Reaksi atas mundurnya Paus Benediktus

Paus di New York
Keterangan gambar, Paus Benediktus memberikan misa di New York, Amerika pada 20 April 2008.

Juru bicara pemerintah Jerman mengatakan sangat terharu atas mundurnya Paus Benediktus namun menyatakan sangat menghargai tugas yang telah ia jalankan selama ini.

<link type="page"> <caption> Paus berusia 85 tahun yang mundur</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/02/130211_pausbenediktus.shtml" platform="highweb"/> </link> dengan alasan tidak kuat lagi memimpin gereja, terpilih sebagai Paus pada 2005.

"Pemerintah federal memiliki penghargaan terbesar terhadap Bapa Suci, atas apa yang telah ia capai, dan atas upayanya terhadap Gereja Katolik," kata Steffen Seibert, juru bicara kanselir Angela Merkel.

Ia mengatakan Paus Benediktus XVI telah meninggalkan kesan terhadap gereja "sebagai pemikir dan gembala" 1,2 miliar umat Katolik dunia.

Presiden Prancis, Francois Hollande mengatakan keputusan Paus untuk mengundurkan diri sangat dihargai.

"Saya tidak punya komentar khusus atas keputusan yang amat sangat kita hargai itu," kata Hollande.

Hubungan antaragama

Sementara itu, ketua rabi Israel Yona Metzger menyatakan penghargaan atas kemampuan Paus untuk menjangkau umat dari agama dan kepercayaan lain.

"Selama masa kepemimpinan (sebagai Paus), terjalin hubungan baik antara gereja dan kepemimpinan rabi dan kami berharap ini akan terus berlanjut," kata juru bicara Metzger.

"Saya rasa ia pantas mendapatkan penghargaan karena meningkatkan hubungan antaragama di dunia, antara Yudaisme, Kristiani, dan Islam."

Paus kelahiran Jerman ini merupakan Paus non-Italia yang kedua sejak 1522 dan pemimpin umat Katolik tertua yang terpilih sebagai Paus sejak abad ke-18.

Paus terakhir yang mengundurkan diri adalah Paus Gregory XII, yang mundur tahun 1415.