Paus memaafkan mantan pembantunya

Paus Benediktus XVI sudah memaafkan mantan pembantunya, Paolo Gabriele, yang diganjar hukuman 18 bulan penjara karena membocorkan dokumen rahasia.
Dalam pernyataannya, Vatikan mengatakan <link type="page"> <caption> Paus</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/paus_benediktus/" platform="highweb"/> </link> secara pribadi menyampaikan langsung pemberian maafnya kepada Gabriele di penjara.
"Pagi ini, Bapak Suci Benediktus XVI mengunjungi Paolo Gabriele di penjara untuk mengukuhkan pengampunan dan memberitahu secara langsung atas dikabulkannya permintaan maaf Gabriele," tulis pernyataan itu.
Gabriele <link type="page"> <caption> dinyatakan bersalah oleh pengadilan pada Bulan</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2012/10/121006_pembantu_paus.shtml" platform="highweb"/> </link> <link type="page"> <caption> Oktober</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2012/10/121006_pembantu_paus.shtml" platform="highweb"/> </link> karena mencuri dokumen Paus untuk dicopy dan memberikannya kepada seorang wartawan Italia.
Dalam pembelaannya, dia mengatakan tindakan itu dilakukan sejalan cintanya kepada Gereja Katolik karena berpendapat Paus telah dimanipulasi. Dia juga mengatakan ingin mengungkap dugaan korupsi di Vatikan.
Di persidangan terungkap bahwa dia menggunakan akses terhadap dokumen paus dan mengcopy sampai ribuan dokumen rahasia.
Pria berusia 46 tahun itu kemudian memberikanya kepada Gianluigi Nuzzi, yang tahun ini menerbitkan buku laris berisi tentang skandal dan pertarungan kekuasaan di Vatikan.
Bulan November, pengadilan menyatakan seorang ahli komputer, Claudio Sciarpelletti, juga bersalah karena membantu membocorkan dokumen kepausan.
Sciarpelletti dijatuhi hukuman percobaan selama dua bulan.









