Oposisi Suriah tuntut tahanan dibebaskan

Pemimpin oposisi utama Suriah mengatakan pemerintah harus membebaskan tahanan mulai Minggu depan apabila pemerintah ingin berdialog.
Pekan lalu <link type="page"> <caption> Moaz al-Khatib</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/02/130205_syrianopposition.shtml" platform="highweb"/> </link>, pemimpin Koalisi Nasional Suriah, mengatakan dia siap bertemu dengan Wakil Presiden Farouk al-Sharaa untuk mencari jalan guna mengakhiri konflik.
Namun dia mengajukan beberapa syarat termasuk pembebasan tahanan politik.
Hari ini (06/02) dalam pertemuan Organisasi Kerjasama Islam (OKI) di Kairo, Mesir, Moaz al-Khatib memberikan ultimatum kepada pemerintah.
Pemerintah Suriah belum memberikan tanggapan sejauh ini.
Meskipun Suriah tidak secara resmi terwakili dalam konferensi, sebagian besar pembahasan diperkirakan dipusatkan pada konflik di Suriah yang telah berkecamuk selama hampir dua tahun.
Seruan oposisi

Tuan rumah pertemuan OKI, Presiden Mohamed Morsi, menyerukan kepada kelompok-kelompok oposisi di Suriah untuk bersatu.
Ia mendesak kepada kelompok-kelompok oposisi yang tidak tergabung ke dalam Koalisi Nasional Suriah "untuk berkoordinasi dengan koalisi ini dan mendukung upaya guna menempuh pendekatan bersatu."
Morsi mengingatkan rakyat Suriah adalah pihak yang paling berkepentingan.
"Rezim Suriah harus belajar dari sejarah. Rakyat Suriah yang paling penting. Mereka yang menempatkan kepentingan mereka sendiri di atas kepentingan rakyat akan tergusur," kata Morsi.
Sementara itu, di Suriah serangan bom bunuh diri menghantam kompleks badan intelijen militer di Palmyra. Serangan menewaskan puluhan orang.









