Pesawat tempur Prancis membom posisi militan di Mali

Peswat tempur Prancis di Mali.
Keterangan gambar, Pesawat tempur Prancis membom pusat logistik dan latihan di dekat Kidal.

Prancis mengatakan telah melancarkan operasi besar di dekat Kidal, yang merupakan kota terakhir di Mali yang masih dikuasai kelompok militan Islam.

Serangan udara Minggu (03/03) subuh dilancarkan hanya beberapa jam setelah <link type="page"> <caption> kunjungan Presiden Francois Hollande ke Mali.</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/02/130203_prancis_mali.shtml" platform="highweb"/> </link>

Juru bicara militer Prancis mengatakan 30 pesawat tempur membom pusat logistik dan latihan di Tessalit, di sebelah utara Kidal.

Pasukan Prancis beberapa hari lalu <link type="page"> <caption> sudah menguasai</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/01/130130_prancis_mali.shtml" platform="highweb"/> </link> <link type="page"> <caption> bandara di Kidal</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/01/130130_prancis_mali.shtml" platform="highweb"/> </link> dan mulai bergerak maju untuk merebut kembali kota tersebut.

Sebelumnya operasi bersama Prancis dan Mali berhasil membebaskan Timbuktu dan Gao dari cengkraman kelompok militan Islam.

Lebih lama

Dalam lawatannya di Mali, Sabtu (02/02), Presiden Hollande menegaskan pasukan Prancis akan tetap berada di Mali sampai pasukan wilayah Afrika Barat dikerahkan untuk melindungi negara itu.

Warga Mali menyambut meriah kedatangan Presiden Hollande selama berkunjung ke ibukota Mali, Bamako, dan Timbuktu.

Menteri Luar Negeri Mali, Tieman Hubert Coulibaly, sudah meminta pasukan Prancis untuk berada di negaranya lebih lama.

"Dihadapkan dengan pejuang yang keras yang senjatanya harus dimusnahkan, kami berharap misi akan tetap diteruskan," katanya kepada mingguan Prancis, Le Journal du Dimanche, sehari setelah Presiden Hollande meninggalkan Mali.

Kelompok militan Islam berhasil menguasai kawasan utara Mali sejak April lalu dan ada kekhawatiran mereka akan memperluas daerah kekuasaannya, yang mendorong intervensi Prancis.

Sejauh ini pasukan Prancis tidak menghadapi perlawanan yang berarti dari kelompok militan Ansar Dine.