Pasukan Prancis bergerak ke Kidal

Tentara Prancis di Mali
Keterangan gambar, Pesawat terbang dan helikopter Prancis sudah mendarat di Bandara Kidal.

Pasukan Prancis mengatakan sudah memasuki Kidal di Mali utara, yang merupakan kota besar terakhir yang sempat dikuasai kelompok militan Islamis.

Bandara di kota itu sudah direbut oleh pasukan Prancis dan sejumlah pesawat terbang dan helikopter tentara Prancis mendarat di sana.

"Elemen-elemen tentara Prancis dikerahkan sepanjang malam di Kidal," tutur juru bicara tentara Prancis, Kolonel Thierry Burkhard.

Laporan menyebutkan kelompok militan Ansar Dine dilaporkan sudah meninggalkan Kidal -sekitar 1.500km dari ibukota Mali, Bamako- menuju ke kawasan pegunungan.

Operasi pasukan Prancis dan Mali yang menyapu kawasan utara Mali sudah <link type="page"> <caption> lebih dulu merebut dua kota, Gao</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/01/130129_prancis_kuasai_timbuktu.shtml" platform="highweb"/> </link> <link type="page"> <caption> dan Timbuktu</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/01/130129_prancis_kuasai_timbuktu.shtml" platform="highweb"/> </link>, tanpa perlawanan berat.

Prancis -yang merupakan kekuatan kolonial di Mali- <link type="page"> <caption> melancarkan operasi militer bulan lalu</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/01/130116_mali_prancis_militan_islam_pertempuran.shtml" platform="highweb"/> </link> setelah munculnya kekhawatiran kelompok militan akan memperluas gerakan ke kawasan selatan.

Dua kelompok militan

Tentara Prancis di Mali
Keterangan gambar, Operasi pasukan Prancis dan Mali sudah lebih dulu merebut kembali kota Timbuktu.

Sebuah kelompok sempalan Ansar Dine, yang menamakan dirinya Gerakan Islamis Azawad, IMA, menyatakan mereka saat ini menguasai Kidal.

Juru bicara IMA mengukuhkan bahwa tentara Prancis sudah tiba di dalam kota dan para pemimpinnya sedang berunding dengan mereka.

IMA sebelumnya menegaskan menolak ekstrimisme maupun terorisme dan menginginkan penyelesaian damai.

Pada saat bersamaan kelompok masyarakat Tuareg, Gerakan Nasional Pembebasan Azawad, MNLA, juga mengaku memegang kendali atas kota tersebut.

Kepada BBC, juu bicara MNLA mengatakan para pejuangnya memasuki Kidal sejak Sabtu (26/01) dan menegaskan tidak ada kelompok militan Islamis di sana.

MNLA mengatakan siap bekerja sama dengan Prancis untuk membasmi kelompok teroris di utara namun menentang keberadaan tentara Mali, yang mereka tuduh melakukan 'kejahatan atas penduduk sipil'.