Jet tempur Prancis gempur pemberontak Mali

jet prancis

Pesawat-pesawat tempur Prancis membombardir kota Gao di timur Mali yang dikuasai oleh pasukan pemberontak.

Militer Prancis melancarkan serangan terhadap milisi Islam di Mali sejak Kamis untuk membantu pemerintah menguasai kembali kota Konna.

Seorang warga di Gao mengatakan pada kantor berita AFP bahwa semua basis milisi Islam di kota itu telah porak poranda dan para milisi telah melarikan diri.

Menteri Luar Negeri Prancis Laurent Fabius mengatakan pergerakan milisi di Mali telah dihentikan.

"Menghentikan teroris, hal itu sudah dilakukan," kata Fabius pada radio RTL. Jika Prancis tidak mengintervensi, ada risiko bahwa milisi dapat memperluas operasi mereka hingga ke ibukota Mali, Bamako.

mali gao map

Kelompok Islamis dan sekuler Tuareg menguasai Mali utara pada April 2012.

Namun mereka kemudian juga merebut kota-kota utama di kawasan itu dan salah satu kelompok milisi, Ansar Dine, mulai melebarkan serangan mereka ke selatan pekan lalu, dan merebut kendali atas kota Konna yang strategis.

Tetapi Konna berhasil direbut kembali oleh pasukan Mali dengan bantuan udara dari Prancis.

'Tanpa batas'

Keputusan Prancis untuk melakukan intervensi di bekas koloni mereka mengejutkan banyak orang. Pasukan internasional dukungan PBB diperkirakan baru akan tiba di negara Afrika Barat itu pada musim gugur nanti.

Prancis meminta pertemuan di Dewan Keamanan PBB untuk membahas langkah-langkah yang akan diambil hari ini.

Menteri luar negeri menegaskan bahwa Prancis kini menyasar basis-basis milisi Islam di utara dan mengatakan bahwa Aljazair, yang berbagi perbatasan dengan Mali, telah mengizinkan wilayah udara mereka digunakan untuk melaksanakan serangan udara 'tanpa batas.'

Selama berbulan-bulan, Gao berada di tangan Gerakan untuk Kesatuan dan Jihad di Afrika Barat (Mujao), yang bersama-sama dengan Ansar Dine berusaha memaksakan penerapan hukum Islam di Mali utara.

Kota itu terletak sekitar 500km di timur laut garis de facto yang memisahkan wilayah utara Mali yang dikuasai pemberontak dengan wilayah selatan.

Menteri pertahanan Prancis Jean-Yves Le Drian mengatakan empat jet tempur Rafale, terbang dari pangkalan mereka di Prancis, telah menyerang dan menghancurkan kamp-kamp pelatihan pemberontak dan gudang logistik di Gao.

Serangan udara itu berlanjut sebagai bagian dari tekanan untuk melumpuhkan milisi Islam yang mengendalikan utara Mali, kata Le Drian.