Vonis 14 tahun untuk pendukung penyerang Mumbai

Tahawwur Rana (duduk)
Keterangan gambar, Tahawwur Rana (duduk) bersama pengacaranya, Patrick Blegen di ruang sidang.

Seorang pengusaha di Chicago, Amerika Serikat, yang membantu kelompok militan Islam yang melakukan serangan Mumbai tahun 2008 dijatuhi hukuman 14 tahun penjara.

Tahawwur Rana dinyatakan bersalah tahun 2011 karena memberikan dukungan material kepada kelompok Lashkar-e-Taiba yang bermarkas di <link type="page"> <caption> Pakistan</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/pakistan/" platform="highweb"/> </link>.

Pria berusia 52 tahun itu juga didakwa membantu rencana yang gagal untuk memancung staf sebuah surat kabar Denmark.

Namun dia dibebaskan dari dakwaan memiliki peran dalam serangan oleh kelompok pria bersenjata di Mumbai, yang menewaskan 160 orang.

Akhir Nobember 2012, pemerintah India <link type="page"> <caption> mengeksekusi</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2012/11/121121_mumbaiattack.shtml" platform="highweb"/> </link> <link type="page"> <caption> satu-satunya penyerang Mumbai yang masih hidup</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2012/11/121121_mumbaiattack.shtml" platform="highweb"/> </link>.

<link type="page"> <caption> India</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/india/" platform="highweb"/> </link> sempat menuding Pakistan membiarkan wilayahnya sebagai pangkalan teroris yang meningkatkan ketegangan kedua negara.

Saksi kunci mantan teman

Penasehat hukum Rana, Patrick Blegen -yang meminta hukuman jauh lebih ringan dari ancaman maksimal 30 tahun- mengatakan warga Kanada berdarah Pakistan itu bukan merupakan risiko keamanan di masa depan.

"Hakim, dia adalah pria yang baik dan dia terjerumus ke dalam sesuatu hal namun tidak ada risiko dia akan melakukan hal itu lagi," tuturnya.

Saksi kunci dalam kasus Rana adalah mantan teman dekatnya, David Headley, yang sebelumnya mengaku bersalah dengan memberi landasan untuk serangan Mumbai dan membantu komplotan untuk menyerang surat kabar Denmark.

Pengacara Rana mengatakan bahwa Headley -warga Amerika Serikat berdarah Pakistan- telah memberi informasi yang menyesatkan tentang Rana.

Rana dan Headley merupakan teman lama sejak keduanya masih di Akademi Militer Pakistan.