Sandera di Aljazair berhasil melarikan diri

Kompleks gas alam di Aljazair.
Keterangan gambar, Kompleks gas alam Tigantourine dioperasikan bersama oleh Sonatrach, BP, dan Statoil

Sejumlah sandera berhasil lari dari penculikan oleh kelompok militan Islam di sebuah kompleks eksplorasi gas alam di Aljazair timur.

Rincian tentang bagaimana mereka bisa membebaskan diri masih belum jelas namun dilaporkan sekitar 30 hingga 40 sandera warga Aljazair serta 15 sampai 20 sandera warga asing berhasil membebaskan diri.

Warga asing yang disandera berasal dari Inggris, Prancis, Amerika Serikat, Norwegia, dan Jepang.

Namun belum ada pernyataan maupun pengukuhan atas bebasnya sandera dari pemerintah negara yang bersangkutan.

Tentara Aljazair sudah mengepung fasilitas gas alam Tigantourine di dekat Amenas, sekitar 100km dari perbatasan Aljazair dengan Libia.

Operasi bersama

Laporan-laporan sebelumnya mengatakan sepanjang Rabu malam berlangsung tembak menembak antara pasukan Aljazair dan para militan Islam yang bersenjata berat.

Kelompok <link type="page"> <caption> militan Islam menguasainya</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/01/130116_aljazair_bp_sandera.shtml" platform="highweb"/> </link> Rabu 16 Januari setelah menewaskan seorang warga Inggris dan warga Aljazair.

Salah seorang perwira keamanan Aljazair mengatakan kepada kantor berita AP bahwa sedikitnya 20 warga asing, antara lain warga Amerika Serikat dan Eropa, ikut melarikan diri.

Sementara itu stasiun TV swasta Aljazair, Ennahar menyebutkan warga asing yang selamat berjumlah 15 orang, termasuk satu pasangan Prancis.

Perusahaan minyak dan gas Inggris, BP mengoperasikan fasilitas Tigantourine bersama dengan perushaan minyak negara Aljazair, Sonatrach, dan Statoil dari Norwegia.