Korban bom Quetta akan dimakamkan

Jenazah korban bom di Quetta.
Keterangan gambar, Warga Syiah sudah beberapa kali menjadi sasaran serangan di Provinsi Balukistan.

Warga Muslim di kota Quetta, Pakistan, mengatakan mereka akan mengakhiri unjuk rasa dan memakamkan korban jiwa akibat ledakan bom pekan lalu.

Mereka menghentikan protes setelah pemerintah <link type="page"> <caption> Pakistan</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/pakistan/" platform="highweb"/> </link> memenuhi tuntutan mereka untuk membubarkan pemerintahan wilayah setempat.

Sedikitnya 95 orang tewas <link type="page"> <caption> akibat serangkaian ledakan</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2012/12/121230_syiah_pakistan_iran_bom.shtml" platform="highweb"/> </link> yang menghantam wilayah yang didominasi warga Syiah di kota itu.

Para keluarga korban <link type="page"> <caption> menolak menguburkan jenazah</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2012/12/121230_syiah_pakistan_iran_bom.shtml" platform="highweb"/> </link> yang berdasarkan ajaran Islam harus dimakamkan secepatnya setelah meninggal.

Namun Minggu (13/01) Perdana Menteri, Raja Pervaz Ashraf, mengumumkan dibubarkannya pemerintah di Provinsi Balukistan pimpinan Nawab Aslam Raisani, yang dipilih lewat pemilihan daereah.

Sebagai gantinya akan Gubernur Provinsi Balukistan, Nawab Zulfiqar -yang ditunjuk presiden dan tidak menangani jalannya pemerintahan- yang akan memimpin langsung wilayah itu.

Perlindungan warga Syiah

Quetta
Keterangan gambar, Keluarga korban menuntut agar pemerintah di Provinsi Balukistan dibubarkan.

Masyarakat Syiah juga meminta agar militer dikerahkan untuk melindungi mereka yang <link type="page"> <caption> beberapa kali menjadi sasaran kekerasan.</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2012/12/121230_syiah_pakistan_iran_bom.shtml" platform="highweb"/> </link>

Jumlah warga Syiah di provinsi tersebut diperkirakan mencapai 500.00 jiwa.

Serangan Kamis (10/01) Januari) pekan lalu itu merupakan yang terburuk sejauh ini di Provinsi Balukistan, yang sering diwarnai kekerasan antara lain oleh kelompok perlawanan Balukistan maupun aktifitas Taliban di dekat perbatasan dengan Afghanistan.

Kelompok militan Islam, Lashkar-e-Jhangvi, sudah menyatakan bertanggung jawab atas serangan bom di rumah biliard, yang menewaskan 86 orang lebih.

Sebelumnya, bom juga meledak di sebuah pasar yang padat di Quetta dan menewaskan 12 jiwa.