Hari berkabung di Balochistan, Pakistan

quetta
Keterangan gambar, Ledakan kedua berasal dari bom mobil dengan korban jiwa yang lebih banyak.

Pemerintah provinsi Balochistan menyatakan tiga hari berkabung menyusul serangkaian ledakan yang menewaskan puluhan orang di ibukota provinsi Quetta.

Kebanyakan korban berasal dari ledakan ganda di sebuah gedung biliar yang menewaskan 81 orang dan melukai 120 orang lainnya.

Sebelumnya, sebuah bom juga meledak di sebuah pasar dan menewaskan 11 orang dengan 27 lainnya terluka.

Kawasan yang dibom ini merupakan wilayah yang didominasi oleh Muslim Syiah, dan kelompok ekstremis Lashkar-e-Jhangvi mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Sementara serangan di pasar diklaim oleh kelompok milisi lainnya, the United Baloch Army.

Dalam insiden ledakan ganda, kebanyakan korban timbul akibat bom kedua saat lokasi dipenuhi oleh polisi, tim penyelamat dan wartawan peliput.

"Ledakan kedua sangat memekkan telinga, dan saya terjatuh. Saya bisa mendengar tangisan dan beberapa menit kemudian saya melihat ambulans membawa korban luka ke rumah sakit,'' kata penduduk setempat Ghulam Abbas kepada kantor berita AP.

Provinsi Balochistan saat ini memang dipenuhi dengan kekerasan pemberontak separatis dan pertikaian antara Suni dan Syiah.

Taliban dan kelompok milisi pendukungnya juga melakukan sejumlah serangan lainnya di provinsi ini, terutama di kawasan dekat perbatasan Afghanistan.

Wartawan tewas

Seorang pejabat senior kepolisian, Hamid Shakil, kepada kantor berita Agence France-Presse mengatakan bahwa bom pertama meledak di gedung biliar di Jalan Alamdar dan bom kedua meledak 10 menit kemudian saat tim penyelamat, polisi dan wartawan tiba di lokasi.

Bom pertama diyakini dibawa oleh seorang pejalan kaki pelaku bom bunuh diri, sementara yang kedua berasal dari bom mobil.

Korban tewas termasuk setidaknya dua wartawan dan empat pekerja organisasi penyelamat swasta, the Edhi Foundation. Lima polisi juga turut menjadi korban tewas.

Menteri Dalam Negeri Akbar Durrani mengatakan kawasan yang dibom ini didominasi oleh kaum minoritas Muslim Syiah. Dan kepolisian menyebut kebanyakan korban adalah warga Syiah.