Tersangka penembakan Aurora pasang jebakan

Tersangka penembakan massal pada pemutaran perdana film Batman ternyata meletakkan jebakan untuk memecah kekuatan polisi, seperti disampaikan dalam kesaksian agen FBI.
James Holmes, 25 tahun, membuat jebakan yang dapat membakar apartemennya jika dipicu, seperti disampaikan dalam sidang di Colorado.
Jaksa mengatakan serangan itu direncanakan, sementara kuasa hukum mengatakan tersangka menderita sakit jiwa.
Dua belas orang meninggal dan 58 orang terluka dalam peristiwa penembakan di Aurora, Colorado pada Juli tahun lalu.
Kesaksian dari agen FBI Garrett Gumbinner di Centennial, Colorado, disampaikan dalam pra peradilan, yang dilakukan selama pekan lalu, untuk mengetahui apakah jaksa telah mendapatkan cukup bukti dalam kasus tersebut untuk dibawa ke pengadilan.
"Dia mengatakan tersangka berencana meledakan apartemennya agar para penegak hukum mengirimkan pasukan ke apartemennya, dan bukan ke bioskop," kata Gumbinner kepada ABC News.
Agen FBI itu merupakan satu dari dua detektif yang mewawancarai Holmes pada sore hari setelah penembakan terjadi.
Panggilan telepon darurat
Jebakan yang dipasang di kediaman tersangka itu tak meledak.
Sebelum meninggalkan flatnya pada malam penembakan, tersangka menyetel komputernya dalam kondisi tanpa suara selama 25 menit kemudian disusul dengan musik keras untuk menciptakan gangguan dan mendapatkan reaksi, seperti disampaikan agen Gumbinner.
Di dalam flat dipasang jebakan yang menghubungkan pintu depan ke bahan kimia, yang ketika tercampur, akan menimbulkan percikan api, kata agen FBI itu dalam kesaksiannya.
Sementara sistem detonasinya diletakan diluar gedung, kata Gumbinner.
Pada sidang hari kedua, pengadilan juga mendengarkan dua panggilan telepon darurat dari gedung bioskop pada malam penembakan.
Dalam rekaman itu, seorang anak perempuan berusia 13 tahun terdengar menyampaikan bahwa sepupunya yang berusia enam tahun telah tertembak.
Veronica Moser-Sullivan, anak perempuan itu, merupakan korban termuda dalam serangan di pemutaran film perdana Batman.
Holmes merupakan mahasiwa di Universitas Colorado di Denver, tetapi mengundurkan diri setelah gagal dalam ujian yang penting.
Serangan yang terjadi ketika pemutaran perdana Film Batman di Aurora itu merupakan yang terparah dalam sejarah AS.
Sidang dilakukan satu bulan setelah 20 anak-anak dan enam orang dewasa menjadi korban dalam penembakan massal di Sekolah Dasar di Connecticut.
Peristiwa itu menimbulkan debat mengenai kepemilikan senjata di AS.









