Wapres Venezuela: Chavez bisa tunda sumpah jabatan

Pemerintah Venezuela mengatakan Presiden Hugo Chavez bisa memulai enam tahun pemerintahan meski masih terlalu sakit untuk hadir dalam upacara pengambilan sumpah.
Wakil Presiden Nicolas Maduro mengatakan Mahkamah Agung bisa mengambil sumpah Chavez di kemudian hari.
Dia menolak permintaan oposisi untuk menggelar pemilu baru jika Chavez tidak menghadiri sumpah jabatan.
Presiden Chavez saat ini berada di Kuba, tengah berjuang untuk memulihkan diri pasca serangkaian operasi kanker.
Dia tidak lagi terlihat di depan umum sejak operasi lebih dari tiga pekan lalu.
'Jangan permainkan rakyat'
Sementara itu oposisi memiliki pandangan berbeda atas kemungkinan Chavez tidak hadir dalam upacara sumpah jabatan Kamis mendatang.
Sejumlah tokoh oposisi mengatakan jika Chavez masih di Kuba, maka kekuasaan harus diserahkan ke ketua parlemen, dan pemilu baru harus digelar dalam 30 hari.
Tetapi Wapres Maduro mengatakan Kamis bukanlah tenggat waktu yang pasti, dan tidak ada alasan untuk menyatakan Chavez ''sepenuhnya absen'' dari pemerintahan.
"Formalitas pengambilan sumpah bisa diatasi di Mahkamah Agung,'' katanya.
"Presiden sekarang adalah tetap seorang presiden,'' katanya seraya menunjukkan salinan konstitusi negara.
"Jangan permainkan rakyat. Hormati demokrasi.''
Sebelumnya Chavez dinyatakan menderita komplikasi akibat infeksi paru-paru yang timbul pasca operasi terakhir.
Maduro mengatakan presiden memiliki ''hak untuk beristirahat dengan tenang dan memulihkan diri.''
"Kita akan memiliki komandan yang sehat lagi.''
'Bersatu'

Wapres Maduro dan Ketua Majelis Nasional Diosdado Cabello mengunjungi Chavez di Kuba awal pekan ini, bersama dengan sejumlah pejabat lainnya.
Wakil presiden mengatakan Presiden Chavez dalam kondisi ''sadar'' dan menjabat tangannya dengan erat saat mereka membicarakan politik Venezuela.
Dia dan Cabello membantah isu adanya perpecahan dalam gerakan pemerintahan sosialis setelah mereka tiba dari Kuba.
"Kami lebih bersatu dari sebelumnya,'' kata Maduro.
''Kami bersumpah di depan Komandan Chavez bahwa kami akan bersatu bersama rakyat,'' katanya.
Chavez terpilih kembali menjadi presiden untuk ke empat kalinya pada pemilu Oktober silam.









