Saran agar nama korban pemerkosaan diabadikan

Mengenang korban pemerkosaan di India.
Keterangan gambar, Rangkaian unjuk rasa mengenang korban dan menuntut perlindungan atas perempuan marak.

Seorang menteri di India meminta pihak berwenang mengumumkan nama mendiang korban pemerkosaan berkelompok di dalam bus di Delhi.

Menteri Muda Pendidikan, Sashi Tharoor, mengusulkan namanya bisa diabadikan untuk undang-undang baru antipemerkosaan di <link type="page"> <caption> India</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/india/" platform="highweb"/> </link>.

"Kecuali orangtuanya keberatan, dia seharusnya mendapat penghormatan dan undang-undang antipemerkosaan yang baru diabadikan dengan namanya."

"Dia manusia dengan nama bukan hanya lambang," tambah Tharoor.

<link type="page"> <caption> Mahasiswi kedokteran berusia 23 tahun itu meninggal </caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/01/130101_abu_pemerkosaan_india.shtml" platform="highweb"/> </link>setelah diperkosa selama hampir satu jam oleh sekelompok pria di dalam bus pada 16 Desember. Ia dan teman prianya juga dipukuli dengan tongkat besi.

Dia sempat mendapat perawatan intensif di sebuah rumah sakit di Singapura namun nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

Tidak semua setuju

Jenazahnya sudah dikremasi -sesuai dengan tradisi agama Hindu- dan <link type="page"> <caption> abunya ditaburkan</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/01/130101_abu_pemerkosaan_india.shtml" platform="highweb"/> </link> <link type="page"> <caption> oleh keluarganya di Sungai Gangga</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/01/130101_abu_pemerkosaan_india.shtml" platform="highweb"/> </link>.

Saran Tharoor tersebut didukung oleh seorang pegiat sosial yang juga mantan polisi, Kiran Bedi.

"Yang dikatakan Tharoor itu mungkin unik di India namun tidak unik di dunia," katanya kepada kantor berita Reuters.

Bagaimanapun sejumlah pihak tidak setuju, termasuk partai oposisi, Bharatiya Janata, yang bertekad akan mencegah upaya tersebut.

Pemerkosaan atas mahasiswi ini mengundang kemarahan warga India dan <link type="page"> <caption> rangkaian unjuk rasa marak</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/01/130101_abu_pemerkosaan_india.shtml" platform="highweb"/> </link> untuk menuntut jaminan perlindungan atas perempuan di India.

Polisi sudah menangkap enam orang tersangka -termasuk supir bus- dan salah seorang tersangka masih berusia di bawah 18 tahun. Mereka menghadapi dakwaan penculikan, pemerkosaan, dan pembunuhan.

Bila dinyatakan bersalah, para tersangka bisa dijatuhi hukuman mati.