Pelaku pemerkosaan India didakwa membunuh

Polisi di India mendakwa enam orang melakukan pembunuhan, beberapa jam setelah mahasiswi yang menjadi korban pemerkosaan beramai-ramai di Dehli meninggal dunia di rumah sakit di Singapura.
Juru bicara polisi, Rajan Bhagat, mengatakan keenam tersangka akan menghadapi hukuman mati bila dinyatakan bersalah.
Langkah polisi diumumkan ketika ribuan orang turun ke jalan-jalan di ibukota India untuk berkabung dan memprotes kasus pemerkosaan di bus tersebut.
Korban kejahatan, mahasiswa kedokteran berusia 23 tahun, tidak diungkap jati dirinya.
Ia <link type="page"> <caption> meninggal dunia akibat luka-luka yang ia derita</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2012/12/121229_rapevictims.shtml" platform="highweb"/> </link>.
Ia diperkosa berkali-kali, sebelum dipukuli dengan tongkat besi, dan dilempar keluar dari kendaraan pada 16 Desember.
Korban dirawat di rumah sakit di India sebelum menjalani perawatan lanjutan di Singapura hingga ia menghembuskan nafas terakhir pada Jumat malam (28/12).
Presiden Pranab Mukherjee menggambarkan korban sebagai pahlawan sejati dan simbol perlawanan perempuan India.
Ia juga meminta semua pihak untuk menahan diri.
Kasus pemerkosaan ini memicu kemarahan besar di seluruh dunia dan berbagai aksi unjuk rasa digelar untuk menuntut perlindungan yang lebih baik bagi kaum perempuan.
Para demonstran juga mendesak pemerintah memperberat hukuman kepada pelaku pemerkosaan.









