Warga AS dilarang mengadopsi anak Rusia

Presiden Rusia, Vladimir Putin, resmi memberlakukan undang-undang yang melarang warga Amerika Serikat mengadopsi anak-anak Rusia.
Sejak awal, Putin memang sudah menyatakan secara <link type="page"> <caption> terbuka dukungannya terhadap RUU</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2012/12/121220_adopsi_rusia_as.shtml" platform="highweb"/> </link> <link type="page"> <caption> tersebut</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2012/12/121220_adopsi_rusia_as.shtml" platform="highweb"/> </link>.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya membalas undang-undang di AS yang menempatkan para pejabat Rusia yang diduga melanggar HAM dalam daftar hitam.
Pemerintah Washington menghukum para pejabat Rusia itu sehubungan dengan tewasnya seorang penasehat Rusia, Sergei Magnitsky, tahun 2009.
Magnitsky mengungkapkan jaringan korupsi di Rusia yang melibatkan para petugas pajak, termasuk dugaan pencurian senilai US$200 juta.
Belakangan malah dia ditangkap dengan dakwaan penggelapan pajak dan meninggal di penjara tanggal 16 November 2009 pada usia 37 tahun.
Kematiannya mengundang kecaman dari masyarakat internasional.
Sipir penjara bebas
Beberapa pejabat senior di Moskow memperingatkan larangan adopsi tidak sesuai dengan kontitusi Rusia dan mencegah Rusia memenuhi kewajiban internasional.

Namun para pendukung undang-undang beralasan perangkat hukum ini perlu karena anak-anak Rusia menghadapi perlakukan buruk di Amerika.
Sementara itu pengadilan di Moskow membebaskan satu-satunya sipir penjara sehubungan dengan tewasnya Sergei Magnitsky.
Penyelidikan resmi yang dilakukan pihak berwenang Rusia menemukan Magnitsky tewas karena dipukuli dan tidak mendapat layanan kesehatan.
Keluarga dan pendukungnya mengecam pemerintah Rusia gagal menghukum pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kematian Magnitsky.









