Kebijakan Rusia terhadap Suriah 'tak berubah'

Rusia membantah kebijakannya terhadap Suriah telah berubah meskipun wakil menteri luar negeri mengatakan bahwa kubu oposisi Suriah mungkin bisa mengalahkan Presiden Bassar al Assad.
Pada Rabu kemarin (13/12), Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Mikhail Bogdanov mengatakan pemerintah Suriah kehilangan kontrol atas wilayah demi wilayah dan kemenangan oposisi tidak bisa dikesampingkan.
Namun Kementerian Luar Negeri hari ini (14/12) mengatakan bahwa Bogdanov merujuk hanya pada klaim "oposisi Suriah dan para sponsornya di luar negeri tentang perkiraan kemenangan cepat dalam melawan rezim di Damaskus."
"Dalam konteks tersebut, Bogdanov kembali menegaskan posisi dasar Rusia bahwa tidak ada alternatif lain dalam penyelesaian politik di Suriah," kata juru bicara Alexander Lukashevich seperti dilaporkan kantor berita AP.
Kecam AS
"Kita tidak pernah mengubah posisi kita dan kita tidak akan mengubahnya," tegas Lukashevich dalam jumpa pers di Moskow.
Dia menambahkan Rusia tidak terlibat dalam pembicaraan rahasia tentang nasib Presiden Suriah Basyar al Assad dan tidak pula mengenai kemungkinan menyelamatkannya ke luar negeri.
Lukashevich juga mengkritik pemerintah Amerika Serikat yang mengatakan bahwa Rusia akhirnya menyadari kenyataan yang terjadi di Suriah.
"Kita tidak pernah tidur," katanya.
Pernyataan Wakil Menteri Luar Negeri Mikhail Bogdanor pada hari Rabu menjadi berita besar di negara-negara Barat tetapi tidak dilaporkan oleh televisi Rusia.









