Kecelakaan pesawat Afsel tewaskan 11 penumpang

Sebuah pesawat militer yang membawa 11 penumpang jatuh di kawasan pegunungan timur Afrika Selatan.
Pesawat itu lepas landas dari Pretoria, Rabu (05/12) malam, untuk menuju ke Mthatha namun hilang dan upacara pencarian sempat dihentikan karena cuaca yang buruk.
Puing-puing pesawat jenis Douglas DC-3 Dakota itu ditemukan di kawasan pegunungan Drakensberg, di Provinsi KwaZulu-Natal.
Laporan-laporan menyebutkan beberapa penumpang di dalam pesawat adalah tim medis Nelson Mandela.
Juru bicara Departemen Pertahanan, Siphiwe Dlamini, tidak membenarkan maupun membantah laporan tersebut dengan mengatakan bahwa itu merupakan masalah operasional.
Tentara sudah dikerahkan untuk mencari kemungkinan korban yang selamat namun belum ada laporan penumpang yang selamat.
Bandara kecil Mthatha -yang menjadi tujuan pesawat- terletak sekitar 30 km dari kampung halaman Mandela, Qunu. Sejak mundur dari kegiatan umum, mantan presiden Afrika Selatan itu menghabiskan sebagian besar waktunya di tempat itu.
Dalam beberapa tahun terakhir, kondisi kesehatan Mandela menurun dan awal tahun ini <link type="page"> <caption> dia sempat dibawa ke rumah sakit </caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2012/02/120225_mandelaupdate.shtml" platform="highweb"/> </link> <link type="page"> <caption> dan menjalani operasi</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2012/02/120225_mandelaupdate.shtml" platform="highweb"/> </link>.
Wartawan BBC di Johannesburg, Andrew Harding, mengatakan militer ikut bertanggung jawab atas kesehatan Mandela yang kini berusia 94 tahun. Dan tim medis secara teratur berkunjung ke rumahnya.
Bulan November, sebuah pesawat militer mengalami kecelakaan saat mendarat di Mthatha dan menyebabkan beberapa orang menderita cedera.









