Bom mobil gagalkan gencatan senjata Suriah

Terbaru  27 Oktober 2012 - 15:07 WIB
suriah

Bom mobil di Damaskus menggagalkan gencatan senjata perayaan Idul Adha.

Ibukota Suriah, Damaskus, diguncang sebuah serangan bom mobil, menggagalkan upaya gencatan senjata yang baru dimulai beberapa jam sebelumnya.

Pegiat aktivis mengatakan bom meledak di dekat arena permainan di kawasan pemukiman Daf al-Shouk, selatan Damaskus.

TV pemerintah melaporkan lima orang tewas dan 30 lainnya terluka, anak-anak turut menjadi korban.

Sebelumnya PBB mengajukan gencatan senjata dimulai 06:00 waktu setempat, tetapi pertempuran masih berlangsung di beberapa kawasan.

Gencatan senjata sedianya diberlakukan selama empat hari sebagai bagian dari perayaan Idul Adha, usulan utusan PBB Lakhdar Brahimi, yang berharap bisa menuju ke proses perdamaian.

Tetapi sama seperti gencatan senjata yang diupayakan sebelumnya, juga berakhir dengan kegagalan.

Baik pemberontak maupun militer mengatakan mereka akan mengikuti gencatan senjata jika satu pihak menahan tembakan.

Jumat (26/10) sore, aktivis pemerhati Suriah basis Inggris, SOHR, mengatakan sedikitnya 60 orang tewas dalam kekerasan yang menyebar di Suriah.

Wartawan BBC di perbatasan Suriah-Turki mengatakan pertempuran berlangsung sepanjang hari dekat garis perbatasan.

SOHR, melaporkan bentrokan berlangsung di Damaskus, Homs dan Idlib.

Pertempuran pecah empat jam setelah gencatan senjata dimulai di sebuah pangkalan militer dekat kota Maaret al-Numan, dekat jalan utama antara Damaskus dan Aleppo.

Kemudian, sebuah bom mobil meledak di kota Deraa menewaskan tiga tentara.

SOHR menyebut laporan mereka ini imparsial, namun informasi ini tidak bisa diverifikasi secara independen.

Aksi protes

protes damascus

Aksi protes juga menyebar Jumat (26/10).

Bom mobil di Damaskus ini tampaknya merusak setiap peluang untuk menggelar kemungkinan gencatan senjata lagi.

Tayangan gambar usai ledakan menunjukkan sejumlah kendaraan rusak di sekitar puing-puing bangunan yang rusak parah.

Media pemerintah menyebut serangan dilakukan kelompok ''teroris''.

Sementara aktivis mengatakan ledakan ditargetkan untuk warga sipil di kawasan mayoritas Sunni yang mendukung aksi menentang Presiden Bashar al-Assad.

Kelompok oposisi, Komite Kordinasi Lokal mengatakan usai pemboman, massa langsung berkumpul menggelar aksi protes menentang pemerintah.

Sejumlah laporan lain mengklaim protes anti pemerintahan juga menyebar setelah salat Jumat.

Aksi demonstrasi saat ini sangat jarang berlangsung di Suriah, karena banyak pendemo yang mengkhawatirkan keselamatan mereka.

Menurut pegiat aktivis, lebih dari 35.000 orang tewas sejak aksi menentang pemerintahan Bashar pecah, sementara PBB memperkirakan 20.000 orang tewas.

PBB dan Liga Arab beberapa kali mencoba mengusung upaya gencatan senjata, tetapi selalu gagal tidak lama setelah gencatan senjata berlangsung.

Dewan Keamanan PBB sejauh ini belum memberikan komentar atas kekerasan Jumat.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.

]]>