
Lakdar Brahimi memperingatkan kekerasan di Suriah bisa merembet ke negara-negara lain.
Utusan PBB untuk Suriah, Lakhdar Brahimi, mengatakan dia berharap pemerintah Suriah pimpinan Presiden Bashar al-Assad berada di barisan terdepan dalam masalah usulan gencatan senjata selama hari raya Idul Adha pada 26 Oktober mendatang.
Ketika berbicara di Lebanon yang bertetangga dengan Suriah, Brahimi mengatakan bila pemerintah memulai gencatan senjata maka semua orang yang dihubunginya dari kelompok pemberontak akan mematuhi gencatan senjata.
"Gencatan senjata selama Idul Adha adalah langkah kecil untuk menyelesaikan krisis Suriah," kata Lakhdar Brahimi kepada para wartawan, Rabu, 17 Oktober.
Brahimi menyerukan gencatan sementara selama empat hari dalam rangka hari raya umat Islam mulai Jumat, 26 Oktober.
"Rakyat Suriah, dari kedua belah pihak, mengubur sekitar 100 orang per hari," tuturnya.
"Bisakah kita meminta agar jumlah tersebut tidak terwujud selama musim libur ini? Musim libur kali ini tidak akan menjadi musim menyenangkan bagi warga Suriah, tetapi setidaknya kita harus berusaha mengurangi kesedihan," tambah Brahimi.
Dukungan internasional
Utusan PBB Lakhdar Brahimi mengingatkan konflik yang berkecamuk di Suriah bisa menyebar ke kawasan.
"Krisis ini tidak bisa dibendung di dalam wilayah Suriah saja," kata Brahimi.
"Krisis ini tidak bisa dibendung di dalam wilayah Suriah saja."
Lakhdar Brahimi
Pemerintah Suriah menyatakan kesiapan untuk membicarakan rencana gencatan senjata.
Oposisi Suriah yang berada di pengasingan telah menyatakan akan menyambut gencatan, tetapi menegaskan bahwa pemerintah harus terlebih dulu menghentikan serangan yang dilakukan setiap hari.
Sekretaris Jenderal Liga Arab, Nabil al-Arabi, juga menyerukan kepada pemerintah Suriah dan oposisi bersenjata untuk menyetujui gencatan selama musim libur hari raya Qurban.
Dalam pernyataannya Liga Arab menyerukan kepada "pemerintah Suriah dan oposisi bersenjata Suriah untuk menanggapi seruan gencatan dan menghentikan kekerasan dan aksi militer selama Idul Adha."
Selain itu Nabil al-Arabi meminta dukungan internasional untuk penerapan gencata selama liburan empat hari yang menandai puncak musim haji.






