Hukuman mati untuk pembunuh pasangan muda India

Terbaru  5 Oktober 2012 - 19:04 WIB
Rumah tempat penyiksaan Yogesh dan Asha.

Rumah tempat Yogesh dan Asha disiksa dan dibunuh oleh keluarga Asha.

Lima anggota keluarga di ibukota India, Delhi, dijatuhi hukuman mati sehubungan dengan pembunuhan brutal atas pasangan muda pada tahun 2010.

Pasangan Yogesh dan Asha disiksa dan disetrum dengan listrik oleh anggota keluarga Asha yang menentang pasangan itu karena perbedaan kasta sehingga mencemari martabat keluarga.

Kedua orang tua Asha, paman dan bibinya, serta seorang keponakannya ditangkap sehari setelah pembunuhan tersebut.

Mereka sudah dinyatakan bersalah dalam pengadilan yang berlangsung Senin (01/10) -dengan dakwaan pembunuhan serta dengan sengaja menyebabkan cedera- dan hari ini, Jumat 5 Oktober, hakim menjatuhkan hukuman mati.

Kelima terpidana masih memiliki kesempatan untuk mengajukan banding atas putusan tersebut.

Tahun lalu Mahkamah Agung India menyatakan pembunuhan atas nama 'martabat keluarga' seharusnya diganjar dengan hukuman mati dan menyebut pembunuhan itu sebagai tindakan barbar yang memalukan bangsa.

Berkedok martabat keluarga

Perempuan India

Kasus pembunuhan atas nama martabat keluarga masih sering terjadi di India.

Yogesh, seorang pria 20 tahun yang bekerja sebagai supir taksi, ingin menikah dengan Asha yang berusia 19 tahun namun berasal dari kasta yang lebih tinggi.

Keduanya kemudian dibawa orang tua Asha ke rumah pamannya, tempat penyiksaan dan pembunuhan berlangsung.

Media setempat melaporkan otopsi yang dilakukan memperlihatkan pasangan muda itu diikat dengan tali sebelum dipukuli dengan pipa besi maupun disetrum.

Pembunuhan berkedok 'martabat keluarga' sering terjadi di India, khususnya melibatkan kaum muda yang menemukan pasangan dari kasta yang berbeda maupun yang tidak mendapat persetujuan dari keluarga.

Tidak ada data resmi tentang jumlah pembunuhan tersebut namun sebuah perkiraan pada tahun 2010 menyebutkan angkanya bisa mencapai 900 kasus per tahun di tiga negara bagian, yaitu Haryana, Punjab, dan Uttar Pradesh.

Bagaimanapun diperkirakan banyak kasus yang tidak terungkap karena masih banyak warga yang bisa menerimanya sebagai bentuk keadilan untuk melindungi martabat keluarga.

Sejumlah terpidana hukuman mati di India biasanya menunggu sampai bertahun-tahun sebelum dieksekusi dan terakhir kali eksekusi berlangung sekitar 15 tahun lalu terhadap seorang mantan petugas keamanan yang memperkosa dan membunuh anak perempuan berusia 14 tahun.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.

]]>