Jepang segera pulangkan aktivis Cina

Terbaru  17 Agustus 2012 - 09:35 WIB
Penjaga Pantai Jepang

Polisi Jepang tengah membawa aktivis Cina ke Pulau Okinawa.

Jepang saat ini tengah bersiap untuk mendeportasi 14 warga Cina yang terdiri dari sejumlah aktivis, jurnalis dan awak kapal yang mencoba berlayar menuju sebuah pulau sengketa antara Jepang dan Cina.

Media Jepang mengatakan mereka sempat ditanyai oleh polisi setempat dan kemudian diserahkan kepada petugas imigrasi Jepang.

Sebelumnya keempatbelas warga Cina itu berlayar dari Hong Kong dan tiba di sekitar lokasi pulau yang oleh Jepang disebut sebagai Pulau Senkaku sementara Cina menyebutnya dengan Diaoyu pada hari Rabu (15/08) lalu.

Kantor berita Kyodo mengatakan Jepang memilih langkah untuk mendeportasi warga Cina yang yang memprotes penguasaan pulau tersebut.

Peristiwa ini sendiri telah memicu pertikaian diplomatik antara Jepang dan Cina, selain itu sejumlah aksi protes kecil juga sempat terjadi di luar kantor perwakilan diplomatik Jepang di Cina.

Para pemrotes sempat meneriakan slogan anti Jepang dan menuntut pembebasan rekan-rekannya.

Dibebaskan tanpa syarat

Pemerintah Cina sebelumnya telah meminta agar para aktivis itu dibebaskan tanpa syarat setelah sempat ditahan pada hari Rabu lalu dan sempat dibawa ke Okinawa pada hari berikutnya.

Keempatbelas warga Cina ini sebelumnya berlayar dari Hong Kong pada hari Minggu lalu, kapal mereka segera terdeteksi oleh penjaga penjaga pantai Jepang saat akan menuju pulau yang tengah menjadi sengketa.

Kapal mereka akhirnya memang tidak sempat mendekati pulau tersebut namun tujuh aktivis yang berada di kapal itu sempat keluar dan berenang menuju pulau tersebut.

Peristiwa kadatangan warga bukan asal Jepang ke pulau yang tengah disengketakan ini adalah yang pertama sejak tahun 2004 lalu.

Suhu politik Cina dan Jepang memanas beberapa bulan belakangan ini terkait status sejumlah pulau di Laut Cina Selatan.

Taiwan juga mengklaim hak atas kepulauan Senkaku yang selama ini menjadi wilayah prefektur Okinawa.

Meski kepulauan itu sebagian besar tak berpenghuni namun berada di jalur pelayaran yang sibuk, memiliki populasi ikan yang besar dan diduga mengandung deposit minyak yang berlimpah.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.

]]>