Jepang khawatirkan pengaruh militer Cina

Sumber gambar, BBC World Service
Jepang menyatakan kekhawatiran atas apa yang dipandangnya sebagai membesarnya pengaruh militer terhadap kebijakan luar negeri Cina.
Dalam buku putih tahunannya tentang pertahanan, Jepang menyebutkan bahwa hubungan antara kepempimpinan Partai Komunis dan Angkatan Bersenjata Cina menjadi rumit pada saat Beijing semakin gigih dalam pendekatannya terhadap pertikaian wilayah.
"Cina telah menanggapi berbagai masalah yang menyangkut Jepang dan negara-negara tetangga lainnya dengan cara yang gigih, yang menimbulkan kekhawatiran akan kemana arahnya di masa mendatang."
Laporan ini diterbitkan di tengah makin serunya silang kata antara Cina dan Jepang mengenai kepulauan yang mereka pertikaikan dan ketegangan antara Cina dan beberapa tetangga lainnya di sekitar Laut Cina Selatan.
Asia Tenggara
Jepang menyebutkan adanya kekhawatiran di kawasan Asia terhadap membesarnya kehadiran Angkatan Laut Cina dan tujuannya di masa mendatang.
Sebagaimana setahun lalu, Tokyo mencatat cepatnya pertumbuhan militer Cina, terutama Angkatan Lautnya, dengan merujuk pada anggaran pertahanan Jepang yang meningkat 30 kali dalam 24 tahun belakangan.
Menteri Pertahanan Japang Satoshi Morimoto mengatakan kekhawatiran tentang arah kebijakan militer Cina itu tak hanya di Jepang, tetapi juga dirasakan oleh banyak negara di kawasan Asia Tenggara.
Seorang jurubicara Kementerian Pertahanan Cina mengulangi pernyataan negeri itu bahwa modernisasi militer Cina bersifat transparan dan tidak ditujukan untuk menghadapi negara lain.
Geng Yansheng, jurubicara tersebut, mengecam apa yang disebutnya pernyataan tak bertanggungjawab oleh pejabat Jepang tentang kepulauan di Laut Cina Timur yang dipersengketakan, yang disebut Senkaku oleh Jepang dan Daioyu oleh Cina. Geng mengatakan Cina akan mempertahankan haknya.
Peran Amerika Serikat
Pertaruhan semakin meningkat di kawasan ini sejak Amerika Serikat mengalihkan perhatian dan sumberdayanya ke Asia setahun belakangan.
Dalam buku putihnya, Tokyo menegaskan pentingnya persekutuan Jepang dengan Amerika Serikat.
"Kehadiran pasukan Amerika di Jepang berfungsi sebagai pencegahan terhadap berbagai kemungkinan, dan memberikan rasa aman terhadap negara-negara di kawasan ini."
Dalam buku putih itu Jepang juga menyebut Korea Utara dengan strategi nuklirnya yang militeristis tetap merupakan ancaman keamanan.
"Korea Utara sedang bekerja keras untuk mengembangkan senjata perusak masal dan rudal balistik," menurut buku putih itu, dengan menambahkan bahwa "langkah tersebut dapat meningkatkan ketegangan di Semenanjung Korea dan sangat mengganggu stabilitas keamanan Asia Tenggara."









