Pihak berwenang Cina mengasingkan seorang uskup

Sumber gambar, Reuters
Seorang uskup di Cina dilaporkan diasingkan setelah mengumumkan mundur dari Lembaga Gereja Katolik bentukan pemerintah.
Thaddeus Ma Daqin, yang diperbantukan untuk Keuskupan Shanghai, pekan lalu mengumumkan pengunduran dirinya dari Asosiasi Patriotik Cina, CPA, saat pentahbisannya sebagai uskup.
Media Katolik Cina dan sejumlah sumber menyebutkan dia ditahan di sebuah seminari di Gereja Katolik Sheshan di pinggiran kota Shanghai.
Laporan-laporan menyebutkan Uskup Ma mengatakan kepada sekitar 1.000 jemaatnya bahwa dia mengundurkan diri dari CPA karena ingin memusatkan perhatian kepada tanggung jawab barunya sebagai uskup bantuan di Shanghai.
Harian South China Morning Post terbitan Hong Kong mengatakan pernyataan itu disambut dengan tepuk tangan yang meriah dari para jemaat.
Wartawan BBC di Shanghai, John Sudworth, melaporkan sejak pengunduran diri itu, Uskup Ma, tidak terlihat dalam misa hari Minggu dan beredar kabar bahwa dia ditahan oleh pihak berwenang.
Masa perenungan

Sumber gambar, Reuters
Seorang teman dekat Uskup Ma mengatakan kepada BBC bahwa dia dipaksa untuk menempuh 'masa perenungan' yang bisa berlangsug selama beberapa bulan.
"Dia memilih keyakinannya daripada kebebasan," kata teman Uskup Ma tersebut.
Banyak yang mengatakan pengunduran diri itu dilihat sebagai sikap menentang badan gereja Katolik yang dibentuk pemerintah.
Selama ini berlangsung ketegangan antara pemerintah Cina dengan Vatikan sehubungan dengan organisasi Katolik di negara itu bukan hal yang baru.
Vatikan, yang menunjuk Uskup Ma, tidak mengakui CPA sementara gereja Cina -yang berada di bawah kendali pemerintah- menolak otoritas Paus.
Umat Katolik -yang jumlahnya diperkirakan mencapai 10 juta- terpecah antara pengikut Paus dan CPA.
Cina memutus hubungan diplomatik dengan Vatikan sejak tahun 1951 dan pada tahun 2010 menunjuk uskup sendiri tanpa persetujuan dari Vatikan.
Pada Jumat 6 Juli lalu, Cina mentahbiskan uskup untuk kota Harbin dan Vatikan sudah menyatakan tidak mengakui uskup tersebut.









