Jepang tetap aktifkan kembali reaktor nuklir

PM Jepang menilai pengaktifan kembali reaktor akan menghindari krisis listrik di musim panas.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, PM Jepang menilai pengaktifan kembali reaktor akan menghindari krisis listrik di musim panas.

Jepang telah mengaktifkan lagi reaktor nuklirnya yang pertama sejak PLTN Fukushima meleleh tahun lalu.

Pengaktifan kembali ini dikecam oleh setidaknya ratusan massa yang berkumpul di dekat kota Ohi.

Bulan lalu, perdana menteri meminta dukungan pengaktifan kembali, dengan mengatakan kembalinya tenaga nuklir sangat penting bagi ekonomi negara.

Semua 50 PLTN Jepang sebelumnya dimatikan setelah reaktor di Fukushima meleleh akibat tsunami dan gempa.

Krisis itu digambarkan sebagai musibah nuklir terburuk sejak Chernobyl tahun 1986.

Pemblokiran jalan

Meski jalan menuju reaktor diblokir massa, tetapi PLTN Ohi tetap diaktifkan lagi.

Sumber gambar, BBC World Service

Keterangan gambar, Meski jalan menuju reaktor diblokir massa, tetapi PLTN Ohi tetap diaktifkan lagi.

Di jadwalkan pada hari Rabu (06/07) reaktor nomor 3 di Ohi, prefektur Fukui sudah bisa mengalirkan listrik lagi.

Dan reaktor itu diharapkan sudah bisa sepenuhnya beroperasi pada akhir pekan, seperti yang disampaikan operator Kansai Electric Power Co, Kepco.

Sekitar 100 dari 650 pendemo di pembangkit nuklir memblokir sebuah jalan dalam semalam, tetapi juru bicara Kepco mengatakan pengaktifan kembali tidak terganggu.

Pengaktifan kembali dilakukan menyusul sebuah perintah dari PM Noda bulan lalu yang mengotorisasi pengaktifan kembali reaktor Ohi setelah menjalani uji tekanan.

Setelah reaktor No 3, selanjutnya reaktor No 4 juga akan diaktifkan kembali pada tanggal 14 Juli.

PM Noda memutuskan untuk mengaktifkan lagi reaktor nuklirnya karena dianggap penting bagi ekonomi dan mencegah kekurangan listrik di musim panas.

Keputusan ini disambut para pengusaha yang menyuarakan kekhawatiran atas kekurangan listrik bagi Industri.

Tetapi ribuan massa juga mengecam kebijakan ini dengan menggelar aksi demo anti nuklir di luar kediaman resmi Perdana Menteri Yoshihiko Noda di Tokyo, massa meneriakkan "Saikado hantai," atau ''Tidak untuk pengaktifan kembali nuklir''.

Wartawan BBC di Tokyo melaporkan bahwa aksi demo ini merupakan salah satu yang terbesar sejak reaktor Fukushima rusak parah Maret 2011.

Para pendemo mengatakan mereka tidak mempercayai jaminan keselamatan. Mereka mendesak pemerintah Jepang menggunakan sumber energi alternatif lainnya.

Seorang pendemo di Tokyo, Nobuhiko Shudo kepada BBC mengatakan masalah pembuangan limbah radioaktif adalah kuncinya.

"Hal yang paling penting bagi kami adalah kelanjutan Bumi untuk generasi berikutnya, jadi jika kita memiliki sejumlah masalah untuk menjaga planet tetap bersih dan cantik, maka kita harus mengubah struktur industrialisasi,'' untuk mendorong sumber energi alternatif, katanya.