Setelah 30 tahun, Australia tutup kasus kontroversial

Lindy Chamberlain-Creighton tiba di pengadilan di Darwin, Australia

Sumber gambar, BBC World Service

Keterangan gambar, Lindy Chamberlain-Creighton tiba di pengadilan di Darwin, Australia

Seorang petugas koroner Australia mengumumkan keputusan akhir bahwa seekor anjing dingo menculik bayi Azaria Chamberlain dari sebuah perkemahan pada 1980 dan kemudian mengakibatkan kematiannya.

Keputusan itu diambil sesudah orang tua Azaria memberikan bukti baru untuk membersihkan nama mereka.

Setelah bayi berusia delapan minggu itu hilang, kedua orang tuanya ditangkap polisi dan sang ibu, Lindy Chamberlain-Creighton dituduh sebagai pelaku pembunuhan.

Lindy kemudian dibebaskan setelah bukti-bukti yang diperoleh polisi cocok dengan pengakuannya nemaun keraguan tetap ada.

Selama bertahun-tahun bahwa vonis terbuka yang dicatat sesudah peninjauan kembali kasus belum sepenuhnya menetapkan bahwa Lindy tidak bersalah.

Kasus terkenal

Awal tahun ini, pasangan itu kembali memberikan bukti pada petugas koroner di Darwin berupa catatan serangan-serangan dingo pada manusia.

Sejak Azaria menghilang dari tendanya di dekat Uluru, Ayers Rock pada 1980, pertanyaan besar yang menghantui Australia adalah apakah bayi itu memang benar diculik dingo.

Pada 1982, Lindy dinyatakan bersalah atas pembunuhan bayinya dan dihukum seumur hidup, sedangkan suaminya dinyatakan bersalah karena membantu pembunuhan itu.

Keduanya dibebaskan dari segala dakwaan, setelah petugas secara kebetulan menemukan sisa-sisa pakaian Azaria di habitat dingo.

Kasus ini membelah opini masyarakat Australia dan telah diangkat ke layar lebar melalui film A Cry in The Dark yang dibintangi Meryl Streep.