Sudan tarik pasukannya dari Abyei

Sumber gambar, AP
PBB memastikan Sudan telah menarik mundur pasukannya dari Abyei, wilayah yang disengketakan di perbatasan dengan Sudan Selatan.
Pasukan penjaga perdamaian PBB di Abyei memastikan penarikan mundur pasukan Sudan ini terjadi pada Selasa (29/5) malam.
Pemerintah Sudan mengatakan penarikan pasukan ini dilakukan untuk membantu proses pembicaraan damai dengan Sudan Selatan.
Penarikan mundur ini berlansung saat pertemuan antara para prunding Sudan dan Sudan Selatan berlangsung di Ethiopia untuk membicarakan penyelesaian sejumlah sengketa.
Pembicaraan di Addis Ababa ini diharapkan bisa mencakup sejumlah sengketa perbatasan yang menimbulkan konflik, termasuk Abyei.
Namun, wartawan BBC di Khartoum James Copnall melaporkan tingkat saling tidak percaya yang tinggi antara kedua negara membuat banyak kalangan meragukan hasil pembicaraan itu.
Para pejabat Sudan Selatan menuduh Sudan melakukan pengeboman di perbatasan negeri itu dalam beberapa waktu terakhir ini.
"Hari ini, tentara Sudan masih mengebom kawasan Warguet," kata Menteri Informasi Sudan Selatan Barnaba Marial Benjamin kepada Reuters. Tudingan ini dibantah pemerintah Sudan.
Berebut Abyei
Wilayah Abyei yang diklaim kedua negara yang berujung pendudukan pasukan Sudan pada Mei lalu.
Pendudukan pasukan Sudan ini memicu konflik bersenjata yang mengakibatkan puluhan ribu warga mengungsi selama baku tembak selama tiga hari.
Apalagi status Abyei dibiarkan terkatung-katung selama proses pembicaraan damai pada 2005. Selanjutnya referendum untuk menentukan status wilayah ini sejauh ini masih tertunda.
Tetapi warga kedua negara memiliki ikatan dengan wilayah ini. Suku Miseriya dari Sudan menggembalakan ternaknya di Abyei.
Namun, suku Dinka Nook yang tinggal di wilayah itu menginginkan Abyei menjadi bagian Sudan Selatan.
Hingga saat ini, satu-satunya pasukan militer di Abyei adalah pasukan penjaga keamanan PBB. Hal ini menegaskan masih banyak masalah untuk menentukan masa depan Abyei.









