AS desak India kurangi impor minyak dari Iran

Sumber gambar, AFP
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton mendesak India agar mengurangi pembelian minyak dari Iran.
Dalam persinggahannya di Kalkuta, Nyonya Clinton meminta agar India "berupaya untuk mengurangi pembelian minyak Iran".
India menghadapi tekanan untuk melakukan hal itu di tengah sanksi yang dikenakan kepada Tehran guna menghentikan program nuklir.
Amerika Serikat dan negara-negara Barat lain curiga Iran mengembangkan kemampuan membangun senjata nuklir.
Namun Tehran mengatakan tujuan pengembangan nuklir adalah untuk tujuan damai.
Amerika Serikat merencanakan untuk menerapkan sejumlah sanksi mulai tanggal 28 Juni terhadap bank-bank di sejumlah negara yang tidak mengurangi impor minyak Iran.
"Alasan mengapa India, Cina, Jepang dan lain-lain, yang merupakan pembeli utama minyak Iran, diminta mengurangi pembelian, adalah untuk menekan Iran," kata Nyonya Clinton.
Ia mengatakan pasok minyak dari negara lain tersedia bagi India.
"Arab Saudi dan negara-negara lain juga menjual minyak," kata Clinton.
'Banyak kemajuan'
"India mengerti penggunaan diplomasi untuk menangani ancaman ini dan berupaya mengurangi pembelian minyak dari Iran... Kami percaya langkah ini adalah bagian dari peranan India dalam dunia internasional," tambahnya.
Nyonya Clinton juga mengadakan pertemuan dengan menteri kepala negara bagian Benggala Barat, Mamata Banerjee, di Kalkuta sebelum bertolak ke Delhi utuk bertemu Perdana Menteri Manmohan Singh hari Selasa (08/05).
Nona Banerjee baru-baru ini disebut dalam majalah Time sebagai 100 tokoh yang paling berpengaruh di dunia.
Menjelang kunjungannya, Hillary Clinton mengatakan banyak kemajuan terkait hubungan dengan India namun "masih banyak hal yang perlu dilakukan."
"Semakin India terbuka, semakin tinggi standar kehidupan dan peluang... Namun saya juga mengerti politik dan bahwa keputusan seperti ini sulit," kata Clinton kepada televisi NDTV.
Hillary Clinton bertemu dengan perwakilan organisasi-organisasi yang bertugas mencegah perdagangan manusia di Kalkuta hari Minggu (6/5).
Ia juga menyaksikan pertunjukan tari yang dilakukan oleh para korban perdagangan seks.
Kunjungan ke India merupakan lawatan terakhir kunjungan tiga negara yang dilakukan Hillary Clinton setelah sebelumya berkunjung ke Cina dan Bangladesh.









