Suriah tanam ranjau di sepanjang perbatasan

Pengungsi Suriah

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Nyawa pengungsi Suriah terancam ladang ranjau di sepanjang perbatasan Lebanon dan Turki.

Human Right Watch (HRW) melaporkan Suriah menanam ribuan ranjau darat di sepanjang perbatasannya dengan Lebanon dan Turki terutama di sepanjang rute yang digunakan para pengungsi.

Sehingga HRW mendesak agar pemerintah Suriah segera menghentikan penanaman ranjau karena selain tidak efektif secara militer, ranjau akan melukai dan membunuh warga sipil di masa mendatang.

HRW menyatakan mendapatkan informasi ini dari seorang mantan anggota milter Suriah berusia 28 tahun yang bersama teman-temannya kini bekerja menjinakkan dan memindahkan ranjau-ranjau itu.

Kelompok ini, lanjut HRW, mengklaim telah menjinakkan sedikitnya 300 buah ranjau darat di kawasan Hasanieh di sepanjang jalur pengungsian menuju Turki awal bulan ini.

Seorang bocah berusia 15 tahun mengatakan dia kehilangan sebuah kakinya akibat ranjau pada saat dia mencoba membantu kawan keluarganya yang terluka akibat serangan pasukan pemerintah menyeberang ke Lebanon.

"Saat itu saya berada sekitar 50-60 meter dari perbatasan saat ranjau itu meledak," kata bocah itu sambil menambahkan ledakan itu juga menewaskan sang teman.

Tak bisa dibenarkan

HRW menilai dari banyaknya korban warga sipil akibat ranjau, maka penggunaan ranjau darat sangat tidak bisa dibenarkan.

"Tak ada pembenaran sama sekali terkait penggunaan senjata ini oleh negara manapun dan untuk tujuan apapun," kata Direktur Divisi Persenjataan HRW Steve Goose.

Suriah adalah salah satu negara yang tidak menandatangani Perjanjian Ottawa 1997 yang melarang produksi, penggunaan dan pengumpanan ranjau darat.

Tidak diperoleh informasi seberapa besar persediaan ranjau darat yang dimiliki Suriah. Namun, sebagian besar ranjau darat milik Suriah adalah buatan Rusia dan sebagian lainnya seperti ranjau PMN-2 dan TMN-46 dibuat di masa Uni Soviet.

Laporan soal pasukan Suriah menanam ranjau di perbatasan sudah mencuat sejak November tahun lalu. Saat itu seorang pejabat Suriah kepada AP mengatakan negeri itu akan melakukan apapun untuk mengendalikan perbatasan termasuk menanam ranjau darat.