Laut Cina Selatan jadi bahasan ASEAN dengan Cina

wen_jiabao_and_sby

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bertemu dengan PM Cina Wen Jiabao.

Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono selaku Ketua ASEAN saat ini mengharapkan dinamika di Laut Cina Selatan berjalan damai agar tidak mempengaruhi ekonomi kawasan sewaktu membuka pertemuan dengan Perdana Menteri Cina Wen Jiabao.

SBY mengingatkan adanya Deklarasi Perilaku Sejumlah Pihak yang terlibat di Laut Cina Selatan.

''Kita berharap dengan acuan Deklarasi perilaku sejumlah pihak di Laut Cina Selatan bisa semakin terbangun perspektif bersama mengenai arti penting keamanan dan stabilitas di Laut China Selatan," kata Presiden Yudhoyono.

"Kita mendorong agar ini diterjemahkan menjadi proyek-proyek kerjasama konkrit dan membangun dalam semangat perdamaian."

Pertemuan dengan Cina ini, seperti dilaporkan wartawan BBC Sigit Purnomo, menjadi penting pasca perselisihan antara sejumlah negara ASEAN - Vietnam, Malaysia, Brunei Darusalam dan Filipina - dengan Cina terkait klaim kepemilikan Laut Cina Selatan.

Deklarasi ini sendiri di sepakati di Bali pada Juni 2011.

Hubungan dengan Jepang dan Korea

Setelah pertemuan dengan Wen Jiabao, diskusi dengan Perdana Menteri Jepang, Yoshihiko Noda, akan menjadi agenda kedua pertemuan ASEAN dengan negara mitra.

Jepang dan ASEAN membahas kerja sama ekonomi dan perdagangan, serta upaya memperkecil kesenjangan pembangunan di antara negara-negara ASEAN.

Jepang selama ini memang dikenal sebagai negara investor terbesar di ASEAN, dengan nilai investasi hingga 160 miliar dolar Amerika Serikat secara keseluruhan pada 2009.

Saat bertemu dengan Presiden Korea Selatan, Lee Myung-bak, para pemimpin ASEAN juga masih akan membahas soal pertumbuhan ekonomi dan perdagangan.

ASEAN sepertinya ingin mengincar pertumbuhan industri manufaktur Korea Selatan yang saat ini tengah berkembang pesat.

Bagaimanapun, nilai investasi Korea Selatan di ASEAN tercatat menurun dalam dua tahun terakhir.

Setelah bertemu dengan tiga mitra di kawasan, para pemimpin ASEAN dijadwalkan bertemu dengan Presiden AS Barack Obama.

Rencana peningkatan kehadiran pasukan AS di wilayah utara Australia, tampaknya akan menjadi sorotan dalam pertemuan Obama dengan para pemimpin ASEAN.

Peningkatan pasukan AS di Darwin, Australia ini seakan menjepit ASEAN yang saat ini tengah bermasalah dengan Cina terkait perselisihan Laut Cina Selatan.

Masalah ekonomi dan perdagangan juga akan menjadi isu utama dalam pertemuan AS dengan ASEAN.