Sebuah organisasi Islam dilarang pemerintah Inggris

Kelompok yang menamakan diri Islam Penentang Perang Salib di Inggris.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Islam Penentang Perang Salib dalam salah satu aksi unjuk rasa di London.

Menteri Dalam Negeri Inggris Theresa May melarang sebuah organisasi Islam yang merencanakan unjuk rasa saat peringatan berakhirnya Perang Dunia I, Jumat 11 November.

Kelompok yang menamakan dirinya dengan Islam Penentang Perang Salib (MAC) ingin mengulang aksi unjuk rasa mereka tahun lalu.

Waktu itu para anggotanya membakar bunga poppy -yang menjadi lambang untuk mengenang tentara Inggris yang tewas pada PD I- di depan gedung Royal Albert Hall, di pusat kota London.

Dengan keluarnya larangan resmi dari Kementerian Dalam Negeri, maka keanggotaan maupun dukungan atas kelompok tersebut menjadi pelanggaran hukum.

Theresa May mengatakan MAC hanya sekedar nama baru dari sebuah organisasi yang sudah dilarang walau berulang kali mengganti nama.

"Organisasi ini dilarang tahun 2006 karena memuja terorisme dan kami membuat amat jelas kalau mereka tidak boleh meneruskan kegiatannya hanya dengan mengganti nama," jelas Theresa May.

MAC dianggap sebagai reinkarnasi terbaru dari organisasi yang awalnya didirikan oleh ulama radikal, Omar Bakri Mohammed, yang mengungsi ke Inggris enam tahun lalu.

Walau berganti nama beberapa kali, organisasi itu tetap dilarang.

Ancaman hukuman penjara

Dalam situs internetnya, MAC mengatakan akan membuat acara hening cipta pada Jumat 11 November akan 'kurang hening'.

"Kami akan memimpin kampanye untuk mengangkat kekejaman yang sudah dilaksanakan dan akan terus dilaksanakan atas umat Islam di Afghanistan atau Irak, maupun penyiksaan brutal di kam-kam konsentrasi Teluk Guantanamo dan Abu Ghraib oleh Amerika Seriikat, Inggris, dan sekutunya."

Salah seorang tokoh di MAC, Anjem Choudary, menuduh pemerintah Inggris berupaya untuk menyembunyikan kebenaran.

"Saya kira ini kegagalan yang hina dari demokrasi dan merupakan kemenangan bagi syariah Islam," tuturnya.

Dia juga tidak bisa memastikan apakah unjuk rasa menentang peringatan pahlawan Inggris akan tetap berlangsung.

Yang jelas setiap orang yang ikut unjuk rasa sebagai anggota maupun pendukung MAC diancam hukuman penjara maksimal 10 tahun.

Selain itu setiap orang bisa didakwa dengan kriminalitas jika polisi mempunyai alasan yang cukup kuat untuk menduga bahwa kegiatan orang bersangkutan punya kaitan dengan organisasi terlarang, termasuk MAC.

Aksi menentang MAC

Dalam aksi unjuk rasanya pada tahun 2010, para anggota MAC membakar emblem bunga poppy sambil antara lain memekik 'Tentara Inggris, dibakar di neraka'.

Akibat unjuk rasa tersebut, salah seorang anggotanya dinyatakan bersalah melanggar ketertiban umum.

Bagaimanapun sebuah kelompok Islam lain, Masyarakat Islam Inggris, merencanakan unjuk rasa untuk menentang aksi MAC.

"Hanya dengan satu sapuan saja, Islam Penentang Perang Salib menampilkan rasa tidak hormat atas perasaan dan keterikatan dari pria dan perempuan bangsa kami, sebuah penghinaan dan penolakan atas demokrasi dan kelembagaannya, sebuah penghinaan terhadap Islam Inggrs, yang berbeda pandangan dengan mereka dan pelanggaran atas contoh yang diberikan Nabi Muhammad," tegas kata Julie Siddiqui dari Masyarakat Islam Inggris.

Larangan atas MAC ini disambut baik oleh seorang anggota parlemen, Mike Freer, yang punya pengalaman buruk.

Bulan lalu, salah satu pertemuan di daerah pemilihannya yang berlangsung di sebuah masjid, diserbu oleh para anggota MAC.

Mike Freer sampai harus diselamatkan ke dalam sebuah ruangan yang dikunci sambil menunggu kedatangan polisi. Belakangan MAC membantah mengancamnya.

"Yang juga harus kita lakukan adalah menjamin agar setiap reinkarnasi baru dari kelompok itu harus tetap diawasi karena sejarah masa lalunya menunjukkan felompok itu melakukan reformasi, memiliki nama baru dan muncul kembali."