Perang suku di Papua Nugini, 15 tewas.

png
Keterangan gambar, kainantu

Setidaknya 15 orang tewas dalam pertikaian antar suku di pegunungan Papua Nugini.

Pertikaian terjadi di kota Kainantu, kawasan dataran tinggi timur Papua Nugini antara suku Agarabi dan Kamano.

Polisi menyatakan pertikaian melibatkan senjata api dan pisau, dan sebuah pemukiman kesukuan dibakar hingga rata dengan tanah.

Guna meredam keributan antara kedua suku, tambahan pasukan keamanan telah dikerahkan ke lokasi, dan polisi memperingatkan kemungkinan kerusuhan lanjutan pasca bentrokan antara dua suku tersebut.

Banyak suku

"Ini mengejutkan semua orang dan saya rasa untuk pertama kalinya kami melihat pembantaian atau pembunuhan dalam skala besar di satu insiden dan kami tidak memperkirakan ini akan terjadi,'' kata kepala polisi Kainantu, Simon Kauba.

Kepada koran Post-Courier Papua Nugini dia menambahkan bahwa suku Agarabi menuduh Kamano sebagai biang masalah dan melanggar hukum di kota Kainantu.

Pertikaian berdarah itu dilaporkan terjadi akhir pekan lalu, setelah kelompok Agarabi menyerang pemukiman Kamano yang dikenal dengan Blok Banana.

Pemukiman Kamano dibakar habis dan belasan orang suku mereka tewas.

Orang Papua Nugini berbicara lebih dari 800 bahasa dan peraturan kesukuan sangat dijaga secara ketat.

Pertikaian antara suku berbeda sering terjadi secara sporadis.

Enam orang tewas dalam kekerasan etnis tahun 2008 di kawasan dataran tinggi barat setelah seorang penjaga keamanan tewas.