Topan baru mengancam Filipina

Sumber gambar, video
Topan tropis baru di Pasifik diperkirakan akan menghantam Filipina dalam beberapa hari mendatang.
Bobby Javier dari badan meteorologi Filipina mengatakan topan baru tersebut saat ini memiliki kecepatan hingga 100 km/jam dan kekuatannya akan meningkat ketika memasuki wilayah Filipina.
Negara tersebut baru saja dilewati Topan Nesat yang menewaskan setidaknya 21 orang di Pulau Luzon, Filipina utara.
Topan Nesat juga memaksa lebih dari 70.000 orang mengungsi ke berbagai tempat penampungan.
Areal sawah bernilai jutaan dolar juga rusak tersapu angin kencang.
Di ibukota Manila ratusan petugas menempatkan kantong-kantong pasir untuk mengganjal tembok-tembok laut yang rusak diterjang gelombang.
Setinggi pinggang
Topan Nesat menyebabkan hujan deras dan banjir yang menggenangi kawasan rendah di Manila hari Selasa (27/9). Dalam waktu singkat, air masuk ke hotel, rumah sakit, dan perkantoran.
Di beberapa kawasan pemukiman tinggi air mencapai pinggang.
Pada hari Rabu banjir mulai surut dan tranportasi umum seperti kereta bisa beroperasi kembali.
Namun di Filipina utara masih banyak tempat-tempat pemukiman yang tergenang air.
Santiago Austria, walikota Jaen, provinsi Nueva Ecija, meminta bantuan pemerintah pusat untuk mengungsikan 63.000 orang.
"Banyak orang yang masih di atap-atap rumah. Kami tidak punya cukup perahu untuk mengangkut mereka atau untuk membagikan makanan," kata Austria kepada kantor berita Associated Press.
Para pejabat di Manila mengatakan bantuan untuk warga Jaen tengah dikirim.
Secara keseluruhan 320.000 warga terkena dampak terjangan Topan Nesat.









