Filipina bersihkan dampak topan

Warga Filipina
Keterangan gambar, Warga Filipina turut membersihkan jalan-jalan dari reruntuhan akibat topan Nesat

Pihak berwenang bersama warga Filipina melakukan pembersihan dampak topan Nesat yang menerjang ibukota dan Pulau Luzon.

Topan menewaskan sedikitnya 18 orang dan menyebabkan 35 orang hilang sejauh ini. Para petugas menyingkirkan pohon-pohon tumbang, reruntuhan dan mobil rusak dari jalan.

Seorang pejabat pertahanan Benito Ramos mengatakan petugas juga memperbaiki dan membersihkan 61 jaringan jalan di Pulau Luzon yang rusak akibat longsor dan banjir.

Sambungan listrik dan transportasi di ibukota, Manila kini berjalan normal setelah sempat terganggu di tengah hujan lebat dan angin kencang denga kecapatan 150 per jam.

Sekolah-sekolah dan kantor-kantor juga mulai buka lagi. Namun sejumlah kawasan ibukota masih terendam air, antara lain kawasan Taman Laut Manila, dan Taft Avenue. Kedutaan besar Amerika yang terkena banjir kemarin, hari ini masih tutup.

Walikota Manila Alfredo Lim mengatakan gelombang tinggi membobol tembok laut pengaman sehingga air meluap dari Manila Bay ke daerah-daerah di sekitarnya.

"Inilah pertama kalinya banjir seperti ini terjadi di sini," katanya.

Titik kritis

Badan cuaca Filipina mengatakan negara itu terancam diterjang topan lain yang berembus dari Lautan Pasifik minggu ini.

"Kita harus menyelesaikan tugas-tugas darurat menangani dampak Nesat sebelum topan lain tiba," imbuh Ramos.

Kondisi di Luzon belum senormal di Manila. Sekitar satu juta warga masih belum mendapatkan aliran listrik. Banjir di Luzon bertambah buruk ketika pihak berwenang membuka empat waduk yang ketinggian airnya telah mencapai titik kritis.

Filipina selama ini memang sering diterjang topan tetapi Nesat diperkirakan merupakan topan terdasyat tahun ini yang melanda negara itu.

Topan Nesat datang persis hampir dua tahun sejak Topan Ketsana yang menewaskan lebih dari 400 orang.