Cina perintahkan penutupan pabrik

Sumber gambar, Reuters
Pemerintah daerah Dalian, Cina memerintahkan penutupan sebuah pabrik kimia setelah ribuan warga mengadakan protes terkait kekhawatiran akan polusi dari pabrik.
Perintah penutupan ini berlaku sekarang. Unjuk rasa puluhan ribu warga di depan kantor pemerintah setempat diwarnai bentrokan antara peserta dengan aparat keamanan hari Minggu (14/8).
Sebagian pengunjuk rasa melemparkan botol ke arah polisi yang berusaha menutup salah satu jalan raya setempat.
Mereka tetap menolak penjelasan pihak berwenang bahwa tidak ada kebocoran di pabrik yang memproduksi paraxylene, bahan kimia beracun yang biasa digunakan dalam pembuatan kain.
Penduduk di sekitar pabrik mengungsikan diri pekan lalu setelah bendungan di sekitar pabrik rusak diterjang topan. Warga panik akan terjadi kebocoran limbah berbahaya dan sejak saat itu seruan pemindahan pabrik semakin keras.
Biasa
Bendungan sudah diperbaiki namun warga tetap khawatir karena pabrik itu diduga sudah beroperasi berbulan-bulan sebelum menerima sertifikat wajib pengelolaan lingkungan.
Menurut kantor berita pemerintah Cina Xinhua, pejabat tinggi kota setempat, Tang Jun, telah mencoba meredakan emosi massa yang datang berdemo dengan menjanjikan akan memindahkan lokasi pabrik keluar kota, namun peserta demo tidak juga membubarkan diri.

Sumber gambar, REUTERS
Foto-foto yang diunggah ke internet pada hari Minggu menunjukkan gambar peserta demo termasuk anak-anak berjalan dengan membawa spanduk bertuliskan "Aku cinta Dalian dan menolak racun", juga "Kembalikan rumah dan kebunku! Usir PX! Lindungi Dalian!".
Satu gambar menunjukkan tiga laki-laki berdiri di atas mobil van polisi di muka Lapangan Rakyat dan seseorang dengan memakai kostum tengkorak dikelilingi oleh ratusan polisi, lapor kantor berita Reuters.
Kekhawatiran akan polusi dari pabrik merupakan hal biasa di Cina. Pemerintah menekankan pertumbuhan ekonomi tetapi dinilai mengabaikan dampak lingkungan.









