Mubarak menolak semua dakwaan

Sumber gambar, Reuters
Mantan Presiden Mesir Husni Mubarak dan dua putranya menyatakan tidak bersalah atas dakwaan korupsi dan memerintahkan pembunuhan ratusan pengunjuk rasa.
Ketika dakwaan dibacakan, Husni Mubarak dan kedua putranya masing-masih menolak dakwaan.
"Ya, saya di sini," kata mantan presiden itu sambil mengangkat tangannya ketika hakim memintanya mengidentifikasi diri dan menanggapi dakwaan.
"Saya menolak tegas semua dakwaan," kata Mubarak.
Mubarak, 83 tahun, sebelumnya mengaku sakit dan tetap berada di atas tempat tidur ambulans selama persidangan. Mubarak dan para terdakwa lain ditempatkan di dalam kurungan di ruang sidang khusus yang terletak di Akademi Kepolisian, Kairo, Rabu (3/8).
Wartawan BBC di Kairo, Jon Leyne, melaporkan para pengunjung mengikuti jalannya sidang dengan tertib dan seksama.
Layar lebar
Selain Husni Mubarak dan kedua putranya, Alaa dan Gamal, pengadilan juga menyidangkan mantan Menteri Dalam Negeri Habib al-Adly dan enam mantan pejabat lain dalam kasus yang sama.
Ketika membuka sidang, hakim Ahmed Refaat meminta semua yang hadir menjaga ketertiban dan mengatakan "Rakyat Mesir yang beradab perlu tenang... untuk menjamin bahwa misi pengadilan dilaksanakan secara penuh".

Sumber gambar, AP
Sekitar 600 orang diperkirakan menyaksikan jalannya sidang di dalam maupun di luar ruang sidang melalui layar lebar, sementara jutaan warga menyaksikan sidang melalui televisi.
"Saya senang melihat Mubarak berada dalam kurungan. Saya merasa roh putra saya mulai beristirahat dan darahnya mulai mendingin," kata Saeeda Hassan Abdul Raouf, ibu salah satu korban tewas dalam pergolakan.
Sidang dengan terdakwa Husni Mubarak dan kedua putranya akan dilanjutkan pada 15 Agustus. Adapun pengadilan al-Adly dan enam pejabat lain akan dilanjutkan Kamis.
Sebelumnya, tim pengacara Mubarak meminta penundaan sidang untuk mempertimbangkan bukti setebal 4.000 halaman.
Pihak berwenang mengerahkan sekitar 3.000 polisi dan tentara untuk menjaga ketertiban selama sidang hari pertama. Kubu pendukung dan penentang Husni Mubarak sempat terlibat bentrok menjelang sidang. Mereka saling melemparkan batu dan botol.









