Australia kirim pencari suaka ke Malaysia

Sumber gambar, 1
Australia dan Malaysia dijadwalkan menandatangani kerja sama penanganan para pencari suaka, Senin (25/7) pekan depan di Kuala Lumpur.
Dalam perjanjian itu, Australia akan mengirimkan 800 orang pencari suaka ke Malaysia untuk ditukar dengan 4.000 orang pengungsi.
"Hampir terlaksana. Kami dapat menjelaskan lebih banyak dalam beberapa hari ke depan," kata juru bicara Menteri Imigrasi Australia, Chris Bowen.
Saat ini, Australia menampung para pencari suaka di Pulau Christmas yang sudah melebihi kapasitas. Selain itu, para pencari suaka sudah ditampung selama berbulan-bulan tanpa kepastian.
Saat ini, di seluruh fasilitas penampungan Australia terdapat sedikitnya 6.000 orang pencari suaka dari Irak, Iran, Sri Lanka, Vietnam dan Afghanistan.
Sedangkan di Malaysia tahun lalu saja terdapat 25.600 orang pengungsi yang terdaftar di UNHCR. Jumlah ini adalah yang terbesar dari berbagai kantor UNHCR.
Mengubur diri
Sementara itu, aparat imigrasi Australia mengatakan terjadi kembali kerusuhan di pusat penampungan Pulau Christmas yang melibatkan 100 orang pencari suaka.
"Mereka menggunakan senjata rakitan dan melakukan pembakaran di beberapa tempat di dalam penampungan," kata seorang polisi seperti dikutip AFP.
Kelompok penasihat pengungsi mengatakan para pencari suaka membaringkan diri di lubang-lubang dangkal untuk menggambarkan keputusasaan mereka.
"Sekelompok pencari suaka menggali lubang di halaman penampungan mereka," kata penasihat pengungsi Ian Rintoul, yang secara reguler menghubungi para pencari suaka lewat telepon.
"Mereka mengubur diri sebatas leher untuk menggambarkan protes bahwa tempat penampungan telah membunuh tubuh dan pikiran mereka," tambah Rintoul.
Sebelumnya PBB mengkritik keputusan Australia menahan para pencari suaka ini selama permohonan mereka diproses.









