Kuburan massal ditemukan di Sudan

Gambar satelit kuburan masal Sudan

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Gambar satelit pertama yang menunjukkan kuburan masal di Kadugli, Kordofan selatan

Gambar satelit menunjukkan adanya kuburan massal menyusul pertempuran baru-baru ini di Sudan, menurut kelompok pegiat yang didirikan oleh bintang Hollywood George Clooney.

Proyek Satelit Sentinel menyatakan pembantaian itu diperkirakan berlangsung di kota Kadugli, di Kordofan Selatan.

Pertempuran bulan lalu berlangsung antara pemberontak dari pegunungan Nuba dan tentara Sudan.

Seorang juru bicara militer Sudan menyanggah tuduhan bahwa ada warga sipil yang terbunuh.

Kordofan selatan berbatasan dengan Sudan Selatan yang minggu lalu menjadi negara merdeka.

Sekitar 70.000 orang melarikan dari akibat pertempuran di sana.

Proyek Satelit Sentinel mengatakan gambar-gabar satelit itu konsisten dengan tuduhan bahwa tentara Sudan dan milisi dukungan pemerintah mencari sasaran warga sipil.

Laporan PBB baru-baru ini menyebutkan pemboman dan pertempuran berlanjut di Kordofan Selatan walaupun ada perjanjian damai.

Wartawan BBC James Copnall di ibukota Sudan, Khartoum, melaporkan sangat sulit untuk mendapat informasi akurat, karena wartawan dan diplomat asing dilarang memasuki kawasan itu dan gerakan anggota PBB juga dibatasi.

Gambar-gambar dari Proyek Sentinel menunjukkan tiga kuburan massal.

Saksi mata

Organisasi ini juga mengatakan mereka telah berbicara dengan sejumlah saksi mata yang menuduh pasukan yang didukung pemerintah secara sistematis melakukan pembunuhan terhadap warga sipil yang menentang Khartoum.

Presiden Amerika Barack Obama telah menyatakan keprihatinan atas laporan serangan di Kordofan Selatan yang dilaporkan berdasarkan etnik.

Khartoum menyanggah tuduhan itu dan mengatakan pertempuran itu merupakah perang sah sebagai pertahanan melawan pemberontak.

Sebagian besar penduduk di kawasan pegunungan Nuba berperang melawan pemberontak di selatan selama perang utara-selatan yang berlangsung selama dua puluh tahun.

Presiden Sudan Selatan Salva Kiir mengatakan ia tidak akan bekerja sama dengan Presiden Sudan Omar al-Bashir untuk menjamin agar hak mereka dihormati.

Bashir mengakui Sudan Selatan namun mengatakan perdamaian dengan negara tetangga baru itu harus didasarkan pada saling menghargai perbatasan dan tidak mencampuri urusan masing-masing.

Kedua belah pihak bulan lalu menyepakati perjanjian yang ditengah oleh Uni Afrika. Tujuan perjanjian adalah untuk memasukkan pejuang Nuba menjadi tentara nasional atau mereka melucuti senjata secara sukarela.