Mumbai dan kota lainnya siaga penuh

Petugas forensik di Mumbai

Sumber gambar, 1

Keterangan gambar, Petugas meneliti sumber ledakan yang menurut sumber kepolisian berupa bom rakitan.

Mumbai, kota yang dulu dikenal dengan nama Bombay, beserta sejumlah kota besar India lainnya kini berstatus siaga penuh akibat tiga ledakan keras yang mengguncang kota itu, Rabu (13/7) petang dan menewaskan sedikitnya 17 orang dan melukai puluhan lainnya.

Di ibukota Delhi, Kolkata dan beberapa kota lain, polisi memperketat penjagaan dan nampak di lokasi publik seperti mal, bioskop, taman hiburan serta terminal alat transport.

Sementara di Mumbai, pasukan komando nampak bersiaga.

Pada Kamis (14/7), pemerintah mengoreksi jumlah korban dari semula 21 menjadi 17 orang.

Perdana Menteri India Manmohan Singh menyerukan agar warganya di Mumbai "tetap tenang dan kompak".

Belum ada kelompok menyatakan bertanggung jawab namun menurut Menteri Utama negara bagian Maharashtra, Prithviraj Chavan, serangan pada jam sibuk pulang kerja ini diyakini sebagai "serangan terencana oleh teroris", karena ledakan berlangsung hampir berbarengan di tiga lokasi sekaligus.

Pernyataan dukungan pada India dan kutukan terhadap serangan ini datang dari berbagai penjuru.

Setelah pernyataan Presiden AS Barack Obama, Dewan keamanan PBB menyebut serangan ini sebagai tindakan "keji".

Peter Wittig, President DK PBB saat ini, mengatakan anggota Dewan Keamanan mengutuk serangan itu dengan "sekeras-kerasnya".

Serangan ini merupakan yang paling mematikan di Mumbai sejak serangan serupa November 2008 lalu, ketika 10 orang bersenjata menyerbu Mumbai dan dalam tiga hari menyebabkan 166 tewas.