Kelompok agama Pakistan kecam kumpul gay

Sekelompok ulama Pakistan mengutuk acara yang dilaksanakan baru-baru ini oleh kedutaan Amerika Serikat di Islamabad untuk mendukung hak-hak kaum gay.
Pertemuan itu digambarkan sebagai "terorisme kebudayaan" dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh partai Islam terbesar di Pakistan atas nama berbagai kelompok agama.
Kedutaan AS mengatakan acara pekan lalu merupakan acara pertama perayaan kebanggaan untuk masyarakat gay, lesbian, biseksual, dan kaum waria.
Di dalam konstitusi Pakistan tidak ada disebutkan secara eksplisit tentang homoseksual.
Tetapi status ini dianggap ilegal; dan berdasarkan hukum Islam di Pakistan yang diberlakukan pada tahun 1990, tindakan homoseksual bisa diancam hukuman cambuk, penjara bahkan hukuman mati.
"Orang seperti itu merupakan bala bagi masyarakat dan sampah masyarakat," kata pernyataan yang dikeluarkan Jamaat-e-Islami.
"Mereka tidak pantas sebagai Muslim atau orang Pakistan, dan dukungan serta perlindungan yang diumumkan pemerintah AS untuk mereka merupakan terorisme sosial dan kebudayan yang paling buruk terhadap Pakistan," kata pernyataan yang diterbitkan dalam bahasa Urdu seperti dikutip kantor berita AP.
Pernyataan itu juga menggambarkan acara di kedutaan AS itu sebagai serangan kedua yang paling berbahaya oleh AS setelah serangan pesawat tanpa awak dan serangan rudal.
Dalam acara ini, wakil duta besar AS untuk Pakistan mengatakan AS akan mendukung hak-hak gay, lesbian, bikseksual, dan waria di Pakistan.
"Saya ingin menegaskan, kedutaan AS ada di sini untuk mendukung Anda dan bersama Anda dalam setiap gerak-langkah Anda," katanya dalam satu pernyataan seperti dimuat dalam situs internet kedutaan AS.









