Seniman Cina akan pertanyakan tagihan pajak

Sumber gambar, AP
Seniman dan pengecam pemerintah Cina Ai Weiwei akan mengajukan keberatan atas tagihan pajak 12 juta yuan, kata istrinya.
Tagihan pajak itu diajukan aparat pemerintah Cina beberapa hari setelah Ai dibebaskan dari penahanan.
Dia ditahan selama lebih dari tiga bulan tidak lama setelah dihentikan di bandara.
Pengacara Ai mengatakan permohonan peninjauan administratif telah disampaikan kepada aparat pajak.
Ai adalah salah satu tokoh terkemuka yang terjebak dalam pemberangusan terhadap para pengecam Partai Komunis baru-baru ini.
Pihak keluarga menyatakan Ai adalah sasaran akibat kegiatan politiknya.
Menurut pihak keluarga tagihan pajak tersebut mencakup masa 10 tahun terakhir dan mereka ingin mendapat penjelasan alasan tunggakan pajak baru dipermasalahkan sekarang.
Bukti dicari
Biro Pajak Beijing mengatakan Ai berhutang 4,85 juta yuan dalam bentuk tunggakan pajak, dan bersikukuh menyatakan dia membayar denda 7,3 juta yuan.
Istri Ai, Lu Qing, mengatakan kepada BBC siaran bahasa Cina bahwa pemerintah peninjauan telah diajukan kepada aparat Biro Pajak Beijing.
Lu Qing adalah kuasa hukum perusahaan desain milik suaminya, Beijing Fake Cultural Development Ltd.
Permohonan peninjauan itu meminta bukti penghindaran pajak yang dituduhkan dan peninjauan kasus, kata Pu Zhiqiang, seorang pengacara yang biasa mendampingi perusahaan Ai.
Tidak lama setelah Ai ditahan, aparat Cina menyita dokumen pembukuan dan berkas-berkas lain yang sampai sekarang belum dikembalikan.
Itulah penyebab perusahaan tidak bisa mengecek tuduhan-tuduhan yang dilontarkan, kata Pu.
Para pejabat Cina mengatakan Ai dibebaskan setelah mengakui lalai membayar pajak dalam ''jumlah yang sangat besar'' dan memusnahkan dokumen keuangan.
Seniman Ai Weiwei dibebaskan aparat Cina dengan syarat dia tidak berbicara kepada media.









