Korban Air France akan diidentifikasi

Sumber gambar, Reuters
Misi pengangkatan jasad korban dan serpihan pesawat Air France telah berakhir.
Tim penyelamat telah berhasil mengangkat jasad dan bagian pesawat Air France yang jatuh ke Lautan Atlantic pada 2009 lalu.
Jurubicara keluarga korban Philippe Vinogradoff mengatakan 104 jasad telah berhasil diangkat dari kedalaman 3.900 meter dibawah laut.
Mereka akan dibawa ke Prancis untuk diidentifikasi.
Pesawat Air France mengangkut 228 penumpang yang seluruhnya tewas dalam kecelakaan itu.
Sekitar 50 jenazah ditemukan terapung di laut setelah peristiwa kecelakaan yang terjadi pada 1 Juni 2009 lalu.
Bagaimanapun, sebagian besar jasad tenggelam ke laut bersama pesawat dan dinyatakan hilang sampai tim penyelamat menemukan lokasi jatuhnya pesawat pada April tahun ini.
Kemudian upaya pengangkatan jasad dasar laut pun dilakukan. Dua jasad pertama yang diangkat masih terikat sabuk pengaman dikursi mereka.
Ahli forensik di Toulouse, Prancis akan berupaya mengidentifikasi jenazah tersebut.
Tim penyelamat juga mengangkat rekaman data milik pesawat.
Bukti yang berhasil ditemukan sampai saat ini menunjukan pesawat jatuh tiga setengah menit sebelum tenggelam.
Biro Investigasi Udara Prancis BEA menemukan kru kesulitan dengan penunjuk kecepatan yang berbeda sebelum pesawat mengalami kecelakaan.
Penyelidik menyebutkan teori bahwa alat penunjuk kecepatan tidak berfungsi karena beku terkena udara dingin di ketinggian tertentu.
BEA akan menyampaikan laporan mengenai penyebab kecelakaan itu pada bulan depan.









