Menhan Jerman mundur karena plagiarisme

Sumber gambar, BBC World Service
Menteri Pertahanan Jerman Karl-Theodor zu Guttenberg mengundurkan diri setelah dia dilaporkan menulis tesis doktor yang sebagian besar adalah hasil contekan pada tahun 2006.
Guttenberg, yang sampai baru-baru ini diperkirakan menjadi salah satu bakal calon kanselir terkuat, sebelumnya sudah mengembalikan gelar doktor yang diterimanya.
Dia mengatakan dalam jumpa pers bahwa ini merupakan "langkah terpahit dalam hidup saya".
Puluhan ribu akademisi Jerman menulis surat kepada Kanselir Angela Merkel dan mengeluhkan tindakan plagiat Guttenberg itu.
Skandal plagiarisme itu membuat dia mendapat julukan Baron Cut-and-Paste (potong dan tempel), Zu Copyberg dan Zu Googleberg dari media Jerman.
Tetapi Merkel terus mendukung dia, karena partainya menghadapi tiga pilkada negara bagian bulan ini.
Guttenberg mengatakan kepada wartawan di Berlin bahwa dia juga mundur dari semua jabatan politiknya dan mengucapkan terima kasih kepada Kanselir Merkel atas dukungan, kepercayaan, dan pengertian Merkel.
Banyak contekan
"Saya sepakat dengan musuh-musuh saya yang mengatakan, saya tidak ditunjuk sebagai menteri mempertahankan diri, tetapi menteri pertahanan," kata Guttenberg.
"Saya sebenarnya selalu siap melawan, tetapi saya harus mengakui saya sudah mencapai batas kekuatan saya."
Aristokrat berusia 39 tahun yang sangat populer di konstituennya itu adalah anggota partai Uni Sosial Kristen (CSU), yang beraliansi dengan partai Kanselir Merkel, Kristen Demokrat.
Dia mulai menjadi sorotan ketika seorang dosen jurusan hukum dari Universitas Bremen memeriksa kembali tesis yang dia tulis tahun 2006 dengan bantuan mesin pencari di internet.
Sebuah artikel surat kabar Jerman melaporkan bahwa banyak paragraf di tesis itu yang dicuri dari situs internet kedutaan besar Amerika tanpa menyebutkan sumbernya.
Kemudian sejumlah pengamat memastikan bahwa lebih dari separuh tesis 475 halaman itu memiliki pragraf-paragraf panjang yang dicuri dari karya orang lain.
Akhirnya Universitas Bayreuth, yang memberinya gelar doktor, memutuskan bahwa Guttenberg telah "melanggar kewajiban ilmiah dalam skala cukup besar".









