Pegiat HAM Cina dilaporkan dipukuli

Sumber gambar, AP
Pegiat Cina Chen Guangcheng dan istrinya dilaporkan dipukuli setelah rekaman video penahanan di rumahnya disiarkan.
Chen dan Yuan Weijin luka berat karena dipukuli aparat keamanan, kata kelompok Pembela Hak Asasi Cina (Chinese Human Rights Defenders).
Disebutkan, pemukulan terjadi setelah disiarkannya rekaman rahasia yang menunjukkan Chen sebagai tahanan rumah.
Dia mengatakan diawasi sejak pembebasannya dari penjara tahun lalu.
Chen yang merupakan pegiat kenamaan di Cina dan tunanetra, dipenjara setelah mengklaim bahwa pihak berwajib melalukan aborsi paksa.
Chinese Human Rights Defenders mengatakan kepada BBC bahwa sumber terpercaya memberitahukannya mengenai serangan itu.
"Sumber itu mengatakan pemukulan berkaitan dengan penyiaran video," kata juru bicara Pembela Hak Asasi Cina, Wang Songlian.
"Pemukulan itu tidak ringan namun juga tidak mengancam jiwa," katanya.
Desakan Clinton
Dia menambahkan bahwa sumber itu mengatakan Chen dan istrinya tidak diizinkan mendapatkan perawatan kesehatan.
BBC tidak dapat memeriksa secara independen klaim organisasi itu.
Film yang menunjukkan Chen dikenai tahanan rumah disiarkan oleh kelompok pegiat dari Amerika Serikat, China Aid.
Dalam rekaman itu, Chen mengatakan,"Saya keluar dari penjara kecil dan memasuki penjara besar."
Saluran teleponnnya diputus dan sejumlah pria dengan kendaraannya menghalangi akses ke rumahnya. Siapapun yang membantu dia diancam, katanya.
"Saya bahkan tidak dapat keluar rumah setengah langkah pun. Istri saya juga tidak diizinkan meninggalkan rumah. Hanya ibu saya dapat keluar rumah untuk membeli makanan," kata pegiat yang menawarkan bantuan hukum gratis kepada warga setempat.
"Chen tinggal dalam kondisi mengenaskan, semua kontak ke luar diputus dan ditahan secara tidak sah di rumahnya," ujar Bob Fu, pendiri dan presiden China Aid.
Chen ditahan sejak dia bebas dari empat tahun penjara bulan September lalu.
Dia menuduh para pejabat lokal memaksa 7000 wanita di Provinsi Shandong dipaksa melakukan aborsi dan sterilisasi.
Bulan lalu Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton bulan lalu mengangkat kasus Chen serta menyerukan pembebasan dia bersama peraih Nobel Perdamaian Liu Xiabo dan pengacara lain yang ditahan Gao Zhisheng.









