GAR kerjasama dengan kelompok lingkungan

Sumber gambar, Reuters
Perusahaan produsen minyak kelapa sawit bekerjasama dengan para aktivis lingkungan untuk menyelamatkan dan melindungi hutan.
Seperti ditulis oleh Wartawan Lingkungan BBC, Richard Black, penghasil kelapa sawit dari Indonesia, Golden Agri-Resources (GAR), setuju untuk menerapkan standar baru untuk menyelamatkan hutan dan menyimpan banyak karbon tersebut.
Organisasi lingkungan Internasional , International environment group The Forest Trust (TFT) akan menjadi mitra bagi perusahaan itu dan menjadi pemantau.
Industri kelapa sawit dituduh menghancurkan hutan secara besar-besaran.
Kesepakatan itu dibuat berdasarkan standar yang dihasilkan dalam pertemuan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), dan produsen internasional,penjual dan kelompok lingkungan.
Aturan RSPO yaitu melakukan melarang pembukaan lahan di hutan lindung, atau lahan konservasi dan juga memperhatikan kepentingan masyarakat lokal sebelum melakukan penanaman kembali.
Dibawah aturan baru itu, GAR berjanji tidak akan menanam sawit pada lahan gambut, dan tidak akan menggunduli hutan yang memiliki potensi karbon yang besar.
"Sebagai pemain utama di bidang kelapa sawit, kami memiliki komitmen untuk berusaha sesuai aturan untuk konservasi hutan Indonesia, " kata Franky Wijaya, Direktur dan CEO GAR.
GAR merupakan produser minyak kelapa sawit terbesar kedua di dunia. Produknya banyak digunakan untuk makanan, bahan bakar dan kosmetik.
Kelompok lingkungan beberapa waktu terakhir banyak menyampaikan kritik terhadap perusahaan kelapa sawit.









