Presiden Pakistan bahas krisis politik

Presiden Pakistan Asif Zardari bertemu dengan anggota senior Partai Muttahida Qaumi Movement (MQM) menyusul keputusan untuk menarik dua menterinya dari kabinet.
Presiden Asif Zardari bertemu dengan Gubernur Provinsi Sinh Dr Ishbatul Ibad hari Rabu (29/12).
Pertemuan itu merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menenangkan MQM, mitra koalisi yang menarik menterinya dari kabinet hari Senin.
MQM menyatakan korupsi dan naiknya harga-harga merupakan alasan utama di belakang keputusan itu. MQM sendiri merupakan partai yang mendominasi ajang politik di Karachi
Dikatakan pula MQM akan memutuskan segera apakah meninggalkan koalisi secara keseluruhan.
Jika MQM meninggalkan koalisi, Partai Rakyat Pakistan pimpinan PM Yusuf Raza Gilani akan kehilangan mayoritas di parlemen.
Namun sejauh ini tampaknya hal itu tidak akan terjadi karena MQM masih menegaskan tidak akan loncat ke kursi kubu oposisi.
Karena pernyataan

Wartawan BBC M Ilyas Khan di Islamabad mengatakan, Presiden Zardari datang ke pertemuan membahas krisis ini dari kunjungan ke Naudero, tempat dimana istrinya Benazir Bhutto tewas terbunuh dalam serangan militan tiga tahun lalu.
Menurut wartawan BBC, MQM juga tidak senang dengan komentar Menteri Besar Zulfiqar Mirza dari PPP di Parlemen Sindh.
Tanpa menyebut MQM, Mirza mengatakan orang-orang memeras demi uang dan membunuh orang-orang di Karachi, kota yang sering dilanda kekerasan militan dan sektarian.
MQM mengancam akan mundur dari aliansi jika Mirza tidak diberi sanksi.
Namun ancaman itu belum tentu dilaksanakan karena langkah itu akan memicu ketegangan etnik di Karachi, ibu kota Provinsi Sindh dan basis utama pendukung MQM.
Pemerintah koalisi Pakistan saat ini menguasai 181 kursi termasuk 25 dari MQM di parlemen yang beranggotakan 342 orang. Kekuatan mayoritas di parlemen bisa dicapai dengan sedikitnya menguasai 172 kursi.









