India peringati serangan teror di Mumbai

Masyarakat di Mumbai, India, menggelar peringatan dua tahun serangan bersenjata yang menewaskan 166 orang.
Dalam peringatan itu mereka akan menggelar doa, peletakan karangan bunga, dan melakukan aksi damai.
Peristiwa penyanderaan selama 60 jam itu terjadi di hotel mewah, stasiun kereta api, dan pusat kebudayaan Yahudi.
Aparat keamanan akan disiagakan di hari peringatan tersebut, dengan menerjunkan pasukan antiteror, seperti disampaikan oleh Komisioner gabungan kepolisian Rajnish Seth.
"Peringatan ini dilakukan untuk menghormati para korban dan menyakinkan masyarakat bahwa situasi saat ini aman dan rakyat terlindungi," kata Seth kepada Kantor Berita Bloomberg.
Di Chowpatty Beach, pejabat kepolisian akan meresmikan tugu peringatan untuk Tukaram Ombale, yang terbunuh dalam serangan Mumbai.
Militer dan polisi juga menggelar parade keliling kota.
India kecewa

Jumlah wisatawan menurun sejak serangan Mumbai, tetapi kini angka kunjungan mulai meningkat, seperti disampaikan oleh empat agen perjalanan di India.
Dalam kunjungannya ke India, Presiden AS Barrack Obama mampir ke Mumbai dan menginap di Taj Palace hotel yang pernah menjadi target serangan kelompok bersenjata.
Kamis lalu, Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton mengatakan rakyat AS menunjukan solidaritas terhadap masyarakat India dan menghormati para korban.
Sembilan orang bersenjata tewas dalam serangan aparat keamanan, ketika akan membebaskan sandera.
Pelaku yang masih hidup, Mohammed Ajmal Kasab, dijatuhi hukuman mati oleh Pengadilan Mumbai, Mei lalu.
Tujuh orang lainnya, yang diduga memiliki kaitan dengan kelompok militan Lashkar-e-Taiba, telah ditahan di Pakistan tetapi kasusnya belum dibawa ke pengadilan.
Menteri Luar Negeri India menyebutkan perselisihan dengan Pakistan mengenai hukuman bagi para pelaku serangan itu belum ada perkembangan yang berarti untuk membawa pelaku dan dalang dari serangan ke pengadilan.
Pakistan sementara itu mengatakan kasus hukum terhadap pelaku masih berlanjut.









