Dunia bicarakan nasib Harimau di Rusia

Harimau India
Keterangan gambar, Populasi harimau di dunia menurun dalam 100 tahun terakhir.

Pertemuan internasional tingkat menteri yang membahas soal penyelamatan Harimau ini dibuka pada hari Minggu (21/11) di St Petersburg, Rusia.

Sebanyak tiga belas negara yang menjadi habitat tempat hidupnya Harimau hadir dalam pertemuan ini, termasuk salah satunya adalah Indonesia.

Pertemuan akan membahas soal pendanaan dan koordinasi antar negara dalam proses penyelamatan populasi Harimau yang masih tersisa.

Pertemuan kali ini juga melibatkan sejumlah lembaga swadaya masyarakat internasional dan lembaga keuangan internasional.

Pertemuan ini diharapkan dapat melahirkan program global tentang penyelamatan harimau yang bisa diadopsi oleh banyak negara.

Sejumlah negara nantinya juga mengeluarkan deklarasi untuk mengatasi persoalan terancamnya populasi Harimau.

Pertemuan kali ini didasari atas keprihatinan dunia atas berkurangnya populasi harimau dalam seratus tahun terakhir, dari sekitar 100 ribu ekor kini populasi harimau di seluruh dunia diperkirakan hanya berjumlah 3200 ekor.

Terancam perburuan

Perburuan dan berkurangnya hutan habitat harimau akibat adanya perluasan kawasan industri, tambang dan penebangan liar ditengarai sebagai salah satu penyebab berkurangnnya populasi harimau.

Di sejumlah negara perburuan masih dilakukan untuk mendapatkan kulit harimau sebagai bahan pakaian ataupun organ tubuh lainnya yang dipercaya mampu menyembuhkan penyakit tertentu.

Akibat kondisi yang memprihatinkan tersebut, saat ini setidaknya sudah ada tiga jenis harimau yang sudah bisa dikatakan punah, ketiganya adalah harimau Bali, harimau Jawa dan harimau Kaspia. Sementara itu harimau yang biasa disebut harimau Cina Selatan sudah sejak tahun 1983 tidak terlihat lagi.

Saat ini setidaknya ada lima sub jenis harimau yang sudah disebut sebagai harimau langka dan populasinya terus diawasi oleh sejumlah pemerhati harimau dunia.

Kelimanya adalah harimau Amur yang diseluruh dunia kini populasinya tinggal 500 ekor, harimau Bengali yang populasinya diperkirakan ada sekitar 2000 ekor, harimau Indochina yang populasinya saat ini ada sekitar 700 ekor, harimau Sumatera dengan populasi sebanyak 400 ekor dan harimau Malaysia dengan jumlah populasi sebanyak 500 ekor.

Meskipun perburuan harimau sudah dilarang secara tegas namun di sejumlah negara seperti Cina dan India, perburuan kerap terjadi.

Data yang dikeluarkan oleh organisasi pencinta binatang, World Wildlife Fund, WWF seprti dikutip dari kantor berita AFP menyebutkan setidaknya ada 1000 harimau yang mati ditangan para pemburu dalam sepuluh tahun terakhir.

Lembaga itu juga melaporkan hutan habitat harimau setidaknya telah berkurang hingga 40 persen akibat pembangunan infratruktur dan pembukaan hutan.

Sejumlah negara seperti Cina dan India kini berupaya melakukan kebijakan untuk melindungi populasi harimau meskipun hasilnya saat ini belum bisa mengembalikan jumlah populasi harimau yang hilang. Salah satu negara yang dinilai berhasil dalam meningkatkan populasi harimau adalah Rusia.

Mereka berhasil meningkatkan populasi Harimau yang semula hanya berjumlah 100 ekor pada dekade 1960-an kini bertambah menjadi 500 ekor.

Sejumlah pemerhati memuji peran aktif Perdana Menteri Rusia, Vladimir Putin yang mendorong kebijakan peningkatan populasi harimau di negaranya.