Nasib traktat nuklir AS-Rusia belum jelas

joe biden
Keterangan gambar, Wapres Joseph Biden meminta Senat mendukung START 2

Senator berpengaruh dari Partai Republik, Jon Kyl, mengatakan pihaknya meyakini perjanjian senjata nuklir Amerika Serikat dan Rusia besar kemungkinan tidak bisa diratifikasi pada akhir tahun ini.

Dengan perjanjian ini -yang biasa disebut START 2- Amerika dan Rusia akan mengurangi jumlah senjata nuklir secara signifikan.

Penandatanganan START2 menjadi salah satu fokus utama kebijakan luar negeri Presiden Barack Obama.

Namun Senator Kyl mengatakan pembahasan Senat tentang isi perjanjian START 2 tidak bisa dilakukan dengan terburu-buru dan masih banyak hal yang perlu dilakukan.

Presiden Obama memerlukan dukungan dari Republik dan Demokrat untuk meloloskan START 2.

Makna START 2

Upaya ini makin sulit karena kursi Republik bertambah setelah pemilu sela.

Pemerintah sendiri terus berupaya untuk mendapatkan dukungan.

Wakil Presiden, Joseph Biden, mengatakan kegagalan mewujudkan START 2 akan mengancam keamanan nasional AS.

"Perjanjian ini adalah bagian penting dalam hubungan kita dengan Rusia," kata Biden.

Ia menjelaskan, tanpa START 2 Amerika tidak akan mampu melacak dan mengawasi senjata nuklir milik Rusia.

START 2 dibuat untuk menggantikan Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis 1991, yang berakhir bulan Desember 2009.

Perjanjian ini ditandatangani Presiden Obama dan Presiden Rusia Dmitri Medvedev April lalu.