Pendukung Suu Kyi siapkan sambutan

Pendukung Suu Kyi
Keterangan gambar, Pembebasan Suu Kyi hari ini ditunggu dunia internasional

Pendukung pejuang pro demokrasi Burma Aung San Suu Kyi, berkumpul diluar pagar rumahnya pada hari kedua menjelang pembebasannya.

Menurut sejumlah laporan pemerintah militer telah meneken sebuah perintah untuk membebaskan Suu Kyi saat masa tahanan rumahnya berakhir Sabtu (13/11) ini.

Jumat kemarin para pendukungnya sudah berkumpul namun kemudian seorang anggota partai NLD yang dibentuk Suu Kyi mengatakan agar mereka pulang dan kembali lagi hari ini.

Sejumlah truk yang penuh berisi polisi anti huru-hara nampak lalu-lalang di pusat kota Rangoon.

"Kami mendoakan pembebasannya. Kami senang sekali," kata seorang pendukung Suu Kyi pada kantor berita AFP.

Sejauh ini belum ada pernyataan ersmi dari penguasa junta di Burma terkait nasib Suu Kyi, yang sudah menjalani penahanan selama 15 dari 21 tahun terakhir ini.

Namun diperkirakan Suu Kyi akan menolak pembebasan bila diikuti syarat untuk tidak terlibat dalam kegiatan politik.

Perempuan 65 tahun itu mestinya sudah bebas, namun gara-gara sebuah kasus dimana seorang warga Amerika yang berenang menyeberangi danau Inya untuk sampai ke rumahnya, dengan klaim sedang dalam misi penyelamatan, akhirnya Suu Kyi mendapat tambahan hukuman 18 bulan lagi.

Dampak signifikan

BBC tidak mendapat izin melakukan melakuka liputan dari Burma.

Wartawan BBC Alastair Leithead yang memantau situasi dari ibukota negara tetangganya, Thailand, Bangkok menyatakan bahwa sejumlah sumber membenarkan dokumen pembebasan Suu Kyi sudah ditandatangani.

Kabarnya sejumlah pejabat telah diutus mengunjungi rumahnya di Jalan Raya Universitas untuk menyampaikan surat itu.

Kuasa hukum Suu Kyi, Nyan Win, mengatakan Jumat lalu: "Tidak ada dasar hukum untuk penahanan lanjutan. Masa tahanannya sudah habis Sabtu ini dan dia pasti dibebaskan."

Nyan Win mengatakan kliennya akan bertemu dengan pengurus pusat NLD, pekerja media dan masyarakat umum bila sudah berstatus bebas.

Duta Besar Inggris untuk Burma, Andrew Heyn, mengatakan pada BBC bahwa baik Inggris maupun Uni Eropa terus menekan agar Suu Kyi dibebaskan tanpa syarat, dan bahwa pembebasan ini akan memiliki dampak siginifikan.