Aksi mogok di Prancis terus bergulir

Aksi mogok menentang aturan baru tentang pensiun di Prancis terus bergulir
Keterangan gambar, Aksi mogok menentang aturan baru tentang pensiun di Prancis terus bergulir

Hari kelima aksi mogok menentang reformasi sistem pensiun di Prancis didukung 2,5 juta sampai 3 juta buruh, demikian klaim serikat pekerja.

Namun aparat kepolisian menyebut aksi ini hanya didukung 825,000 buruh.

Aksi mogok ini menentang rancangan UU Pensiun yang akan meningkatkan usia minimum pensiun dari 60 menjadi 62 dan bisa pensiun sepenuhnya dari usia 65 ke 67 tahun.

Kebanyakan perusahaan jaringan pipa minyak terpukul akibat pemogokan ini, yang menyebabkan tersendatnya pasokan bahan bakar ke bandar-bandar udara utama.

Aksi mogok ini direncanakan akan berakhir pada hari Selasa nanti.

Reformasi pensiun ini diperkirakan akan mendapat persetujuan dari Senat dalam waktu dua pekan mendatang.

Pemogokan buruh yang melibatkan pegawai negeri dan swasta ini kembali terjadi serentak Hari Sabtu (16/10) kemarin, di berbagai kota besar di Prancis, termasuk Paris, Marseille, Lyon, Bordeaux, Lille dan Toulosse.

Serikat Kerja telah menyerukan agar mogok ini digelar di seluruh Prancis.

"Kami mogok agar suara kami didengar," kata Christian Coste, salah-seorang pimpinan serikat pekerja kepada Associated Press.

Wartawan BBC di Paris Hugh Schofield mengatakan, sebuah kelompok yang digambarkan polisi sering melakukan tindak anarkis, berada di balik aksi mogok ini.

Para pemrotes disebutkan mulai merusak sebuah kafe, memecahkan jendela dan mencoba membakar sesuatu.

Beberapa diantara mereka berupaya menduduki sebuah gedung pertunjukan di Paris.

Pembelian karena panik

Semua 12 kilang minyak penting yang memasok bahan bakar terkena dampak akibat pemogokan ini.

Bahkan 10 kilang diantaranya berhenti aktivitasnya atau hendak ditutup. Sebuah depo minyak terbesar telah diblokade.

Bagaimanapun, jaluran pipa yang memasok bahan bakar ke dua bandar udara terkemuka di Paris, yaitu Charles de gaulle dan Orly, kini telah kembali berjalan normal.

Semula pemogokan ini dikhawatirkan berdampak pada aktivitas di bandara.

France petrol
Keterangan gambar, Pasokan BBM terganggu karena aksi blokade kilang minyak

Pemerintah Prancis sebelumnya telah menyiapkan langkah darurat berupa suplai minyak selama tiga bulan ke depan.

Tetapi yang tidak bisa dipungkiri, sekitar 10% SPBU di sejumlah wilayah di Paris kehabisan persediaan bahan bakar akibat kepanikan warga yang memborongnya.

Di Kota Marseille, sampah berserakan di pelabuhan kota itu setelah petugas kebersihan ikut melakukan pemogokan dalam 4 hari terakhir.

Lebih dari 300 sekolah menengah juga terpengaruh aksi pemogokan ini, karena sebagian siswanya ikut aksi menolak aturan baru tentang pensiun ini, sejak pekan lalu.

Sopir kargo di bandara juga memutuskan bergabung ikut mogok hari Senin nanti.

Keterangan resmi polisi menyebutkan lebih dari 1 juta orang turun ke jalan mengikuti puncak mogok nasional sejak digelar hari Selasa lalu. Namun serikat pekerja mengklaim 3,5 juta orang telah ikut serta dalam aksi ini.

Pada aksi tanggal 2 Oktober lalu, polisi menyebut pemogokan ini diperkirakan melibatkan 900,000 peserta, namun serikat pekerja menyebut didukung 3 juta orang.

Sebuah survei pekan ini mengungkapkan 70 persen suara yang masuk menyebut aksi mogok ini akan menjadi gerakan protes nasional seperti yang pernah terjadi pada tahun 1995, dan lebih dari separoh menyatakan mendukung aksi seperti ini.

Pada tahun 1995 lalu, selama tiga pekan berturut-turut aksi mogok digelar oleh pekerja publik dan transportasi yang menentang rencana kebijakan reformasi ekonomi pemerintah, termasuk kenaikan usia pensiun.